Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub Dorong Pertumbuhan Peternakan Sapi di Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/ULI_9414web.jpg
    BOGOR -- Wakil Gubernur Deddy Mizwar menekankan sudah saatnya Jabar mengembangkan peternakan sapi lokal agar dapat memenuhi kebutuhan daging dan susu sendiri.  "Terlalu lama kita import diharapkan dalam 4 tahun kedepan  kita bisa memenuhi kebutuhan daging sapi," jelasnya ketika kunjungan kerja ke peternakan PT. Rejo Sari Bumi unit Tapos Kec. Ciawi Bogor, Selasa sore (24/9).
     
    Deddy menjelaskan bahwa  susu, daging, telur protein hewani sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang kecerdasan anak. "Akan tetapi di Jawa Barat sapi masih sedikit. Padahal kita mempunyai potensi sumber daya alam,  lahan luas, pertanian sudah berkembang . Jadi potensi tersebut harus dioptimalkan," tegasnya.
     
    "Kultur masyarakat kita perlu contoh, oleh karena itu kita  ingin kembangkan peternakan sapi yang bukan hanya menghasilkan daging tapi juga memproduksi susu," tambah Deddy.
     
    Sementara itu, Probosutedjo yang hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan dirinya telah lama mengembangkan pertanian dan tertarik untuk mengembangkan peternakan sapi yang terintegrasi dengan  pertanian.
     
    Oleh karena itu dirinya mengharapkan kerjasama dengan pemerintah untuk dapat menggunakan lahan yang tidak bermanfaat untuk mengembangkan peternakan dan pertanian.
     
    Sedangkanh Direktur PT. Rejo Sari Bumi Unit Tapos Made menceritakan pengelolaan peternakan sapi berawal di tahun 1974. Saking pentingnya, bahkan ketika mantan Presiden (Alm) Soeharto dalam kondisi sakit pun berpesan agar peternakan sapi terus dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan protein hewani bagi anak cucu  generasi yang akan datang.
     
    Dikatakan Made, pesan tersebut membuatnya ingin mengoptimalkan potensi sumberdaya yang berlimpah, serta didukung  teknologi  agar jangan tergantung  import. "Jangka pendek kita bisa mengoptimalkan hasil mas putih, mas merah dan mas hijau (mas putih susu, mas merah daging sapi, dan mas hijau kotoran sapi) untuk memenuhi kebutuhan dan mempunyai nilai tambah bagi kesejahteraan masayarakat," paparnya.
     
    "Beternak sapi harus diikuti dengan pertanian sehingga kotoran sapi bisa bermanfaat untuk pertanian, kita harus berupaya agar Peternakan harus mempunyai daya tarik dan untung," pungkas Made.
     
    Pada kunjungan kerja tersebut  Wakil Gubernur didampingi Probosutedjo, Direktur PT. Rejo Sari Bumi Unit Tapos Made, Kepala BKPP Bogor Edi Nasution, Kepala Dinas Peternakan Koesmayadi,  Kepala Biro Pengembangan Sosial  Riadi berkeliling peternakan dan menyaksikan ribuan sapi yang dipelihara dan diberi makanan rumput yang dicampur konsetrat sehingga berbadan subur.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus