Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kekeringan Melanda Area Pesawahan di Empat Kecamatan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_0019.jpg
    BANDUNG-(25/9) – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat para pelaku pertanian mengalami berbagai kendala. Salah satunya adalah kekeringan yang melanda sebagian besar tanah pesawahan di Bandung dan sekitarnya. Menurut pendataan yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan Kabupaten Bandung, ada empat kecamatan yang berstatus terancam kekeringan, yaitu kecamatan Cimaung, Baleendah, Bojongsoang dan Cileunyi.
     
    Keempat kecamatan tersebut saat ini menjadi daerah pantauan utama bagi para petugas lapangan. Pihak pemerintah daerah sendiri sudah melakukan beberapa persiapan sebelum memasuki musim kemarau, yaitu dengan mengadakan sosialisasi di daerah-daerah yang sebagian pemduduknya bermatapencaharian sebagai petani, terutama petani yang menanam padi.
     
    Berbeda dengan sosialisasi yang dilakukan menjelang kemarau, saat kemarau seperti saat ini pemerintah daerah mulai memberikan bantuan kepada para petani padi yang sawahnya mengalami kekeringan. Penanggulangan ini bisa berupa pompanisasi atau biasa disebut dengan pengeboran tanah untuk mengalirkan air ke sawah yang mengalami kekeringan, atau dengan sistem pompa dangkal dan  gili giring ( digilir dan digiring ).
     
    Menurut Abdul Latif, Kepala UPTD ALSINTAN dan Proteksi Tanaman Kabupaten Bandung, luas area pesawahan yang mengalami kekeringan hingga 31 Agustus kemarin sudah mencapai 509 hektar. Jumlah ini masih bisa berubah sewaktu-waktu dan daerah yang mengalami kekeringanpun tidak tetap setiap tahunnya, “saat ini kami masih terus melakukan penanganan dan peninjauan ke daerah-daerah yang memiliki area pertanian, terutana tanaman padi” ujarnya.
     
    Salah satu petani yang mengalami kekeringan adalah Akim, sawah yang saat ini sedang ia garap di kecamatan cimahi selatan mengalami kekeringan yang mengakibatkan penurunan hasil , “biasanya saya bisa memanen hingga 120 kilogram, namun sekarang hanya mencapai 66 kilogram” ungkap Akim.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus