Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pegelaran Rumah Susun Sangat Sederhana

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/IMG_6126.jpg

    BANDUNG – Tidak hanya kaum kapitalis saja yang berpengaruh dalam pembangunan bangsa, namun rakyat kecil pun sangatlah berperan penting didalamnya. Melihat fenomena tersebut Studi Teater Unisba turut mengapresiasikannya dengan sebuah pagelaran teater berjudul “RS4 – Rumah Susun Sangat Sederhana Sekali”.

    Rabu sore (02/10) berbondong-bondong penikmat teater Bandung datang ke gedung student center Unisba untuk menyaksikan keramaian RS4. Acara yang digelar dua hari ini merupakan acara tahunan UKM Stuba dalam pelantikan anggota baru. “Acaranya dilaksanakan dua hari, sekarang dan juga besok. Kalau sekarang ada dua kali pementasan. Jam setengah empat dan setengah delapan malam nanti. Kalau besok jam setengah delapan saja. Dan besok acara puncaknya. Dimana anggota baru akan diumumkan lulus atau tidaknya.” Kata Aga selaku ketua panitia acara pagelaran ini.

    Naskah RS4 ini merupakan naskah yang ditulis oleh salah satu pendiri Stuba juga, Dadan Ruhanda. Pagelaran ini pun sama sekali tidak dipungut biaya dan dibuka untuk umum. Pagelaran yang dimainkan oleh tujuh aktor ini bertemakan drama realis komedi. Kehidupan dalam rumah susun yang sangat sederhana, penuh dengan canda tawa dan juga konflik-konflik kecil. Pesan yang disampaikan dalam pagelaran ini pun bisa ditangkap dengan mudah oleh penonton, karna konsep pementasan yang sangat sederhana dan juga bahasa yang ringan.

    Astari selaku sutradara mengaku senang dan cukup puas dengan pagelaran tersebut. “Allhamdulillah, pementasan pertama berjalan dengan lancar dan juga ramai. Cukup banyak yang nonton hari ini. Ada dari teater kampus lain, keluarga atau kerabat aktor, dan juga temen-temen kampus unisba. Mereka juga terlihat sangat senang dan puas dengan pementasan tadi.”
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus