Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    RSHS Catat Rekor Dunia Dokter Terbanyak Main Angklung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/dokter_angklung_muri.jpg
    BANDUNG- Sebanyak 1.061 dokter dari berbagai keilmuan dan spesialis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jumat (25/10) sore secara serentak memainkan angklung dalam rangka HUT RS Hasan Sadikin ke-90 tahun dan HUT Ikatan Dokter Indonesia ke-68 tahun.
     
    Para dokter yang seluruhnya mengenakan jas putih berkalung stetoskop tersebut, selama 30 menit terlihat begitu antusias melantunkan sejumlah lagu yang pemandu dan di iringi kelompok musik dari Saung Angklung Udjo.
     
    Sejumlah lagu yang dimanaikan oleh para dokter tersebut, diantaranya lagu Ibu Kita Kartini,  Happy Birth Day, Bengawan Solo, Yu Liang Tai (Cina), Oh My Loving (Beatles) dan Fall In Love.
     
    Selain dalam rangka HUT RSHS dan HUT IDI, memainkan angklung secara serentak yang dilakukan di lapangan upacara ini, sekaligus untuk mencatat rekor dunia doker main angklung terbanyak.   
     
    Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI), Damian Awan Rahargo mengatakan, RSHS mencatatkan rekor pertamanya di dunia untuk dokter terbanyak yang bermain angklung secara bersamaan.
     
    "MURI mengukuhkan sebagai rekor dunia karena belum pernah ada dokter di rumah sakit mana pun dan di negara manapun yang bermain angklung sebanyak ini,” ucap  Awan, saat mengumumkan pencatatan rekor dunia.
     
    Mendengar keputusan dari MURI tersebut, para dokter yang ikut bermain angklung langsung sontak gembira sambil membunyikan angklung yang mereka pegang masing-masing.
     
    Direktur Utama RSHS Bandung Bayu Wahyudi mengatakan, rekor yang kali ini tercatat merupakan pertama kali dilakukan RSHS.
     
    “Rekor ini tercipta bermula dari keinginan untuk memupuk rasa kebersamaan antara para dokter. Kita juga tak masalah jika nanti ada pihak lain yang berusaha menyaingi rekor ini,” ujarnya.
     
    Menurut Bayu, selain dokter yang bertugas di RSHS yang berpastisipasi dalam kegiatan ini ada juga dokter yang datang dari diluar RSHS.
     
    "Jumlah dokter di RSHS ada sekitar 1500 orang, terdiri dari 500 orang staf dokter dan 1.300 dokter residen (dokter umum yang sedang menjalani pendidikan spesialis). Namun kegiatan ini tidak sampai mengganggu pelayanan karena manajemen telah mengatur siapa dokter yang bisa ikut dan tidak sejak sepekan lalu,” pungkasnya. (Parno)
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus