Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan: Wujudkan Kesejahteraan Harus Pakai Super Software

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_7333.jpg
    ISTANBUL - Semua bangsa bercita-cita menyuguhkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Namun, faktanya, sebagian bangsa gagal mewujudkannya. Gejolak demi gejolak bahkan berlangsung berkepanjangan di sejumlah negara. 
     
    Indonesia juga demikian. Pergantian kepemimpinan dan sistem kekuasaan terjadi akibat dua tuntutan rakyat tersebut keadilan dan kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi.
     
    Setidaknya tiga fase kekuasaan telah bergulir di Tanah Pertiwi: Orde Lama, Orde Baru, dan kini Orde Reformasi. Ketiganya berjalan tertatih, perjalanan menuju keadilan dan kesejahteraan masih jauh. Gejolak sosial dan politikpun masih kerap berkecamuk.
     
    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memaparkan hal itu saat tampil sebagai pembicara utama pada Democratic and Economic Youth Summit (DEYS) yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Democratic and Economic Youth Summit (DEYS) Istanbul, Turki, Jumat sore waktu setempat, 26 Oktober 2013. 
     
    Gubernur Heryawan berada di Istanbul dalam rangka kunjungan kerja untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara Jawa Barat dengan Provinsi Istanbul.
     
    Seminar internasional yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Turki-Ankara dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul, digelar 26-27 Oktober 2013. Seminar diikuti mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di Eropa dan Asia itu juga diisi panelis asal Indonesia dan Turki, dari berbagai bidang.
     
    Mengusung tema besar "konstruksi peradaban", Gubernur Heryawan menyampaikan, Sang Khalik menciptakan alam semesta dan seisinya termasuk dimensi waktu di dalamnya pada dasarnya bagian konstruksi peradaban. semuanya diciptakan sebagai sarana ummat manusia untuk meraih kebahagian di di dunia dan akhirat. Begitulah keyakinan umat beragama, tukasnya.
     
    "Agar peradaban, atau dalam kalimat lain: bangsa-bangsa sukses menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat, maka manhaj atau super software yang harus dipakai adalah made in Allah," tambahnya.
     
    Heryawan menegaskan, sistem dasar super software dimaksud yakni "keseimbangan". Dalam upaya menggapai kesejahteraan hidup, mewujudkan keadilan, menciptakan rasa aman masyarakat, perlu disertai "penghambaan total" kepada Sang Pemilik. 
     
    "Kita harus bekerja keras memajukan ekonomi, kita perlu piawai berpolitik, namun semua itu wajib didasari kewajiban untuk senantiasa mengedepankan nilai-nilai moral. Begitulah norma keseimbangan yang perlu kita tanamkan dan kembangkan untuk Indonesia baru ke depan," papar Aher lagi.
     
    Sementara itu, Ketua Pengarah DEYS Arya Sandhiyuda yang juga mahasiswa doktoral Hubungan Internasional pada Universitas Fatih, Istanbul, menjelaskan, paparan Gubernur Heryawan dan beberapa panelis akan diramu menjadi sebuah buku.
     
    "Pemikiran yang berkembang dalam seminar akan dibukukan lalu disampaikan kepada pemerintah pusat. Semoga ini akan meningkatkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Turki, serta menjadi salah satu pedoman bagi Jakarta untuk mewujudkan kesejahteraan bersama," ulas Arya.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus