Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Predikat RW Siaga

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/saung-udud-rw-21.jpg

    CIMAHI-Ketua RW 21 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Ade Lukman terus berupaya melakukan terobosan-terobosan dalam rangka mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan atau kejadian luar biasa secara mandiri.

    “Kami ingin mewujudkan RW 21 ini benar-benar menjadi RW Siaga. Kami ingin warga kami selalu sehat, peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan, terutama di wilayahnya sendiri,” kata Ade Lukman ketika ditemui di Pos Yandu Melati RW 21, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Senin (28/10).

    RW Siaga, menurut Ade, dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 564/Menkes/SK/VII/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. RW Siaga adalah RW yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya, kemampuan dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan atau kejadian luar biasa secara mandiri.

    “Kemampuan dan kemauan warga untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, kami berdayakan secara optimal. Salah satu contohnya, apabila ada warga kami yang sakit, kami bantu dengan cepat. Kalau yang sakit tersebut perlu dibawa ke rumah sakit dan keluarganya tidak memiliki kendaraan, kami sediakan kendaraannya. Kalau tidak mampu dalam pembiayaan, kami juga bantu pembiayaannya melalui tabungan asuransi kesehatan,” tuturnya.

    Mengatasi masalah kesehatan warga, menurut Ade, harus dilaksanakan dengan berbagai upaya. Untuk mengatasi kesahatan ibu dan balita, di RW 21 terdapat Pos Yandu, namanya Pos Yandu Melati.

    RW 21 dihuni oleh 503 KK dengan 1.600 jiwa. Di lingkungan RW yang dipimpinnya itu, jelas Ade, banyak warga yang suka merokok. Menurut Ade, asap rokok cukup membahayakan bagi kesehatan. Oleh karena itu, Ade dan warganya  membangun Saung Udud atau Saung Rokok sebanyak 2 saung.
    “Saung Udud ini benar-benar dimanfaatkan oleh warga yang senang merokok, sehingga asap rokok yang mereka hisap tidak mengganggu kesehatan warga lainnya,” katanya. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus