Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penyuluh Harus Satu Persepsi Dalam Kembangkan Pertanian

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/penyuluh.jpg

    KARAWANG-Bupati Karawang, H. Ade Swara mengajak para penyuluh dan seluruh stake holder di bidang pertanian untuk kembali menyamakan persepsi dan komitmen dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Karawang. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Ade Swara saat bersama para penyuluh dan stakeholder pertanian pada acara Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Melalui Optimalisasi Peran Penyuluhan Pertanian di Aula Wisma Haji Al-Jihad Karawang, Senin (25/11).

    Selain menyamakan persepsi, Bupati Ade Swara juga turut mengajak untuk meningkatkan harmonisasi kerja antar instansi dalam menyusun konsep kebijakan dan strategi pembangunan pertanian yang lebih bersifat partisipatif, melaksanakan gerakan penyuluhan di setiap tingkatan yang dapat mendukung sistem agribisnis, serta meningkatkan sinergitas dan koordinasi pelaksanaan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Kabupaten Karawang.

    Menurut Bupati, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional, yang tidak hanya memberikan andil terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian secara menyeluruh. “Baik menyangkut pendapatan petani itu sendiri, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

    Atas dasar tersebut, maka pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang di laksanakan di Kabupaten Karawang, yang antara lain dilakukan melalui program yang bersifat lokal kabupaten, maupun melalui program-program yang berasal dari pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. “Dalam hal ini, berdasarkan potensi yang ada maka pembangunan pertanian di kabupaten karawang  dititik-bertakan pada sub sektor tanaman pangan (padi dan palawija), hortikultura, perikanan serta peternakan,” imbuhnya.

    Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa Penitik-beratan pembangunan pertanian sebagaimana tersebut di atas tidak terlepas dari potensi lahan pertanian yang kita miliki yakni luas baku lahan sawah mencapai 94.311 hektar dengan jumlah produksi sebesar 1.435 juta ton GKP. “Hal ini merupakan modal dasar yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, yang kesemuanya merupakan penunjang Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi jawa barat dan nasional,” tambahnya.

    Bupati juga menambahkan, adapun instrumen yang dapat digunakan untuk mencapai target produksi tersebut yaitu melalui pemantapan program P2BN, diantaranya peningkatan produktivitas persatuan luas serta rekayasa teknologi dan sosial melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, teknologi pasca panen dan pemasaran hasil produksi.

    Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Ir. Tarkim G. Sukmara, MP, dalam kegiatan yang diikuti oleh 200 penyuluh dan stakeholder di bidang pertanian tersebut, sejumlah pihak akan turut memberikan materi, antara lain dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) terkait mekanisme pengendalian hama terpadu, Perum Jasa Tirta II terkait jadwal pemberian air musim tanam rending dan gadu, serta sejumlah dinas instansi terkait lainnya, seperti Distanhutbunak, BP4K, dan Dinas Bina Marga dan Pengairan.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus