Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Obyek Wisata Cibulan Sedot Wisatawan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_7988.jpg

    KUNINGAN-Obyek Wisata Cibulan setiap harinya dikujungi ratusan wisatawan domestic. Mereka tampak menikmati berbagai wahana yang terdapat di obyek wisata yang terletak di Desa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana, Kabubupaten Kuningan itu.

    Berdasarkan pantauan jabarprov.go.id, Senin (30/12), sejak pagi hingga sore hari, obyek wisata tersebut sangat ramai. Wisatawan domestic baik dari kabupaten/kota di Jawa Barat maupun dari luar Jawa Barat antara lain dari Jawa Tengah memadati setiap wahana yang ada. Yaitu wahana wisata anak, sebuah kolam dilengkapi dengan perahu karet berbentuk angsa, saung lesehan, kolam pemandian, flying fox dan water ball.

    “Saya berwisata ke sini sekeluarga, ingin melihat ikan dewa,” kata Nandang, wisatawan dari Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id. Obyek wisata Cibulan merupakan obyek wisata hutan air yang banyak ditumbuhi pepohonan besar, tinggi dan rindang serta merupakan sumber air yang sangat jernih. Terletak di Desa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana atau sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Kuningan.

    Obyek wisata Cibulan merupakan salah satu obyek wisata tertua di Kabupaten Kuningan. Diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan yang saat itu dijabat oleh R.A.A. Muhammad Achmad. Kolam Cibulan banyak dihuni oleh ikan sejenis Kancra Bodas atau lebih dikenal dengan sebutan Ikan Dewa.

    “Ikan Dewa merupakan salah satu daya tarik karena ikan tersebut tergolong ikan yang sangat langka,” kata Ujang, salah seorang petugas Obyek Wisata Cibulan kepada jabarprov.go.id. Ujuang menjelaskan, Obyek Wisata Cibulan salah satu tempat bersejatah, yang konon merupakan peninggalan para wali yang menyebarkan agama Islam. Di obyek wisata tersebut terdapat juga Situs Petilasan Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran.

    Selain itu terdapat tujuh sumber mata air yang masing-masingnya memiliki nama tersendiri. Sumur Satu diberi nama Sumur Kejayaan. Sumur Dua diberi nama Sumur Kemulyaan. Sumur Ketiga diberi nama Sumur Pengabulan. Sumur Keempat diberi nam Sumur Cirencana. Sumur Kelima diberi nama Sumur Cisadane. Sumur Keenam diberi nama Sumur Kemudahan dan Sumur Ketujuh diberi nama Sumur Keselamatan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus