Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sukabumi Launching Ground Breaking Ducting Fiber Optic Bersama

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8051.jpg

    KOTA SUKABUMI- Setelah Kota Bandung yang melaksanakan ground breaking ducting fiber optic bersama pada tanggal 29 Mei 2013, menyusul hari Rabu, 15 Januari 2014.  Kota Sukabumi menjadi kota kedua di Jawa Barat yang mengimplementasikan ducting fiber optic bersama bawah tanah.

    Ground breaking dilaksanakan di depan balai kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat, DR. H. Dudi Sudradjat A, MT mewakili Bapak Gubernur Jawa Barat yang berhalangan hadir, didampingi Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.MPd, Forum Pimpinan Daerah Kota Sukabumi, Wakil Bupati Sukabumi,Drs Akhmad Jajuli M.Pd, Perwakilan Telkom dan Operator Telco serta para pejabat di lingkungan pemerintah Kota Sukabumi.

    Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang dibacakan oleh Kadis Kominfo Provinsi Jawa Barat, disampaikan bahwa "kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari seminar broadband economy yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.”  Dalam seminar tersebut disimpulkan bahwa kebutuhan masyarakat, dunia usaha maupun pemerintah terhadap internet saat ini sangat tinggi. 

    Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, Pemprov Jawa Barat menetapkan Kota Bandung dan Kota Cimahi sebagai percontohan (sebagaimana terlampir di dalam dokumen Indonesia Broadband Plan) serta telah melaksanakan ground breaking pelaksanaan duct fiber optic bersama pada tanggal 29 Mei 2013 di Kota Bandung, dan menyusul pada hari ini Kota Sukabumi.

    Dalam implementasi teknologi broadband, penggunaan kawat tembaga sudah tidak mampu untuk mendukung layanan tersebut. Teknologi Fiber Optic (FO) merupakan solusi. Saat ini pemasangan kabel fiber optic di udara maupun bawah tanah yang dilaksanakan oleh para operator secara sendiri-sendiri, menyebabkan rusaknya infrastruktur dan estetika perkotaan serta biaya yang tinggi.  teknologi microduct (f.o. sharing utility duct)  merupakan cara/aplikasi ducting bersama yang dapat menjadi solusi. Dengan teknologi ini ini, biaya lebih ringan, pengerjaan lebih cepat dan bersih, sekali “gali” untuk beberapa operator, sehingga estetika bisa terpelihara, karena pemanfaatan badan jalan dan ruang milik jalan bersifat kewilayahan, maka harus ada kebijakaan bersama antara instansi terkait, baik di pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota serta pengelola duct itu sendiri. 

    Pendanaan bagi pengelola duct fiber optic bersama, bisa terdiri dari swasta murni, BUMD, Public Private Partnership (PPP) maupun sumber pendanaan lainnya dan Pemprov Jawa Barat sendiri telah menunjuk BUMD (yang dalam hal ini PT. Jabar Telematika) sebagai pengelola duct fiber optic bersama . Dari kegiatan ini diharapkan pola profit sharing antara pengelola duct fiber optic bersama (bumd) dengan pemda (pemprov, kabupaten dan kota) serta penataan estetika kota dapat tercipta. (Vien)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus