Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Hentikan Izin Pengambilan Air Tanah di Zona Merah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8076.jpg

    BANDUNG-Pemerintah Daerah (Penda) yang berada di kawasan Cekungan Bandung harus menolak jika ada masyarakat atau perusahaan yang meminta izin untuk mengambil air tanah di kawasan yang masuk dalam zona merah atau cadangan airnya sudah kritis.

    Kepala Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar mengatakan, sejumlah kawasan di cekungan bandung yang sudah masuk dalam zona merah diantaranya kawasan industri di Kota Cimahi dan Bandung bagian selatan dan di Rancaekek Kab. Bandung.

    “Sesuai peta konservasi air tanah, kawasan Cimahi Selatan seperti di Leuwigajah, Rancaekek dan Bandung Selatan termasuk zona merah,” ucap Rudy, kepada wartawan dalam diskusi di Gedung Badan Geologi, Bandung, Kamis (16/01) kemarin.

    Menurut Rudy, berdasarkan hasil survey yang dilakukan tahun 2008 lalu, dari potensi imbuhan air tanah di Cekungan Bandung sebesar 117 meter kubik tiap tahunya, 55 persen dari jumlah tersebut sudah dipergunakan.

    “Dari 55 %potensi imbuhan Cekungan Bandung, sebagian besar diambil oleh industry,” ujarnya.

    Rudy mengatakan, melihat dari kondisi air tanah Cekungan Bandung yang terus berkurang, pihaknya menghimbau untuk tidak ada lagi pengambilan tanah di zona merah.
    “Di zona merah, tidak boleh ada pemboran air tanah, tidak boleh ada izin baru atau perpanjang izin pengambilan air tanah termasuk untuk industry,” kata Rudy.

    Rudy menyatakan, jika pemberian izin pemgambilan air tanah di zona merah tetap dilakukan akan berakibat pula pada penurunan permukaan tanah.

    “Kondisi penurunan tanah akibat pengambilan air tanah yang berlebih sudah terjadi di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung,” tuturnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus