Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Citarum Darurat Lingkungan Gubernur Panggil Pabrik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8132.jpg

    BANDUNG-Aksi atas upaya menyehatkan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dimulai. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengumpulkan 71 pengusaha yang limbah pabriknya dialirkan ke Citarum.

    Pertemuan Gubernur Heryawan dengan pemilik dan manajemen perusahaan tersebut digelar di Kota Bandung, Jumat (24/1). Hadir pula Wakil Gubernur Deddy Mizwar dan Sekretaris Daerah Wawan Ridwan.

    Keseriusan penanggulangan kerusakan Citarum sungai yang disebut-sebut terkotor di dunia juga terlihat dari turut hadirnya unsur Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) kabupaten/kota se-Jawa Barat, selain BPLHD provinsi.

    Mengawali pertemuan, Heryawan mengatakan, dirinya malu atas polusi parah sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut.

    "Saya malu, dan seharusnya masyarakat, kita semua, juga merasa malu atas predikat Citarus sebagai sungai terpolusi," tukas Gubernur Heryawan.

    Kepada para pengusaha, Gubernur menjelaskan ihwal rencana Pemprov Jabar melakukan normalisasi Citarum ruas kilometer 0 hingga 20 pada 2014. Penyehatan lingkungan DAS melibatkan semua unsur terkait, dengan mengupayakan perbaikan fisik (struktural), non-fisik, dan pendekatan kultural.

    Di Tahun 2014, Heryawan mengutarakan, 71 pabrik yang selama ini membuang limbah ke Citarum km 0 sampai 20 tanpa melalui pengelolaan standar, diwajibkan melakukan perbaikan.

    "Menyaksikan kondisi DAS Citarum, saya memandangnya kita dalam kondisi darurat lingkungan. Karenanya, segala upaya kita lakukan untuk agar beberapa tahun ke depan, Citarum menjadi kebanggaan Jawa Barat," papar Heryawan.

    Pertemuan pihak pengusaha dengan Gubernur Jawa Barat, akan ditindaklanjuti pembahasan teknisnya lebih lanjut beberapa hari ke depan.

    "Prinsipnya, kita menuntut para pengusaha memiliki komitmen untuk turut melestarikan lingkungan. Pengusaha yang kooperatif, boleh jadi kita berikan insentif," kata Heryawan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus