Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sosialisasi Peran Waduk Ir. H. Djuanda Dalam Pengendalian Banjir

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8196.jpg

    Karawang- Peningkatan curah hujan yang terjadi sejak dua bukan terakhir telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah kerja Perum Jasa Tirta II. Permasalahanyang kerap dihadapi pada daerah-daerah tersebut adalah banjir yang terjadi dikarenakan alih fungsi lahan yang terjadi di sekitar wilayah sungai.

    Salah satu fungsi waduk Ir. H. Djuanda yaitu sebagai pengendali banjir. Dalam rangka menjelaskan fungsi waduk tersebut, PJT II sebagai pengelola waduk Ir. H. Djuanda menyelenggarakan acara sosialisasi peran waduk dalam pengendalian banjir yang dilaksanakan di Aula Singaperbangsa Pemkab Karawang, pada hari Rabu, 5 Februari 2014. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kabupaten Subang, Purwakarta, Indramayu, Bekasi, serta karawang sendiri sebagai tuan rumah.

    Menurut Bupati Kabupaten Karawang, bahwa bencana alam banjir  di Kabupaten Karawang terjadi selain sebagai kehendak yang maha kuasa, juga diakibatkan oleh rusaknya kondisi lingkungan khususnya di wilayah sekitar hulu dan daerah aliran sungai citarum.Terlepas dari apapun penyebabnya, masih menurut Bupati, antisipasi terjadinya bencana banjir merupakan hal yang mutlak kita lakukan bersama. hal ini sangat penting, karena meluapnya sungai citarum tidak hanya menyebabkan banjir di permukiman masyarakat yang berada di bantaran sungai saja, melainkan juga telah semakin meluas ke wilayah yang selama ini tidak terkena banjir. apabila kondisi ini tidak segera dicarikan solusi permasalahan yang tepat, tentunya luapan sungai Citarum akan terus semakin meluas, sehingga dapat mengakibatkan terhentinya aktifitas kegiatan masyarakat, pertanian, dan juga industri.

    Sementara itu Direktur Pengelolaan PJT II, Harry M. Sungguh, menyampaikan pada saat sosialisasi posisi Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Ir. H. Djuanda adalah 103,93 meter dengan jumlah volume air sebanyak 1.077,36 juta meter kubik, masih berada dibawah batas normal sebesar 107 meter dengan jumlah volume daya tamping sebanyak 1.325,40 juta meter kubik.Berdasarkan jumlah daya tampung dan Tinggi Muka Air di waduk Ir. H. Djuanda pada saat ini masih dapat dikendalikan.

    Pada saat yang bersamaan dijelaskan pula bahwa penyebab banjir yang terjadi di wilayah Karawang dan Subang terjadi dikarenakan luapan sungai Cibeet dan Sungai Cipunagara. “Kedua sungai tersebut (Cibeet dan Cipunagara) merupakan sungai lokal di hilir Jatiluhur yang aliran sungainya secara skema sistem SDA sungai Citarum tidak melalui waduk Ir. H. Djuanda,” paparnya.

    Oleh karena itu, peningkatan debit air yang terjadi di kedua sungai tersebut tidak melalui suatu sistem penyimpanan air (storage system) yaitu waduk-waduk penampung air.

    Saat ini pihak PJT II telah melaksanakan mekanisme penanggulangan banjir yang melibatkan berbagai instansi yang terkait. (@opa)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus