Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penambahan Naker Di Jabar Capai 207.000 Orang

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8264.jpg

    BANDUNG. Untuk lima tahun ke depan, Pemprov. Jabar menargetkan penambahan lapangan kerja sebesar dua juta orang. Untuk enam bulan terakhir, penambahan jumlah naker baru telah mencapai 207.000 orang lebih, papar Kadis Nakertrans Prov. Jabar, Hening Widiatmoko dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (14/2).

    Hening lebih lanjut memaparkan, dari naker yang terserap dalam posisi enam bulan terakhir banyak terserap di sektor jasa. Penyerapan 207.000 orang naker terhitung dari Juni sampai Desember 2013, sudah tercapai karena naker yang ditargetkan sebesar 200.000 orang.

    Untuk mengejar pencapaian  target naker dua juta orang, skema yang sudah disusun untuk penyerapan naker baru minimal sebesar 400.000 orang naker per tahun, sehingga sebelum tahun 2018 target naker 2 juta orang dapat tercapai. Berkenaan dengan target tersebut, perlu dibangun sinegitas antar OPD di lingkungan Pemprov. Jabar untuk membuka atau menggali potensi baru naker.

    Dari sisi lingkup penyerapan naker, jelas Hening, bisa antar Kabupaten/Kota di Jabar, antar Provinsi dan antar negara sehingga TKI mempunyai andil besar dalam penciptaan tenaga kerja baru. Dengan pertumbuhan ekonomi dibawah  sebesar 6 persen penyerapan naker Peluang berjalan alot.

    Sementara itu, jika pertumbuhan ekonomi 6 sampai 6,5 persen percepatan penambahan naker berpeluang normal serta jika pertumbuhan ekonomi diatas 6,5 persen peluang percepatan  penambahan naker baru kian besar. Sementara itu, keberadaan tenaga kerja sangat dipengaruhi kondisi makro ekonomi yang salah satunya oleh daya serap investasi.

    Untuk Jabar, investasi trendnya membaik. Sehingga dapat mendorong target perluasan lapangan kerja. Kendati penyerapan naker lebih didominasi sektor jasa, harapannya industri manufaktur dapat berorientasi pada industri padat karya, demikian ungkap Wadiatmoko.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus