Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Harus Waspada Abu Vulkanik

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8273.jpg

    BANDUNG- Erupsi Gunung Kelud yang berada di Kediri, Jawa Timur yang terjadi pada Kamis malam, tidak hanya memuntahkan lava pijar yang cukup banyak, tetapi juga telah menyemburkan abu vulkanik hingga belasan kilometer ke udara.

    Akibat semburan abu tersebut, tidak hanya menutup sebagian besar wilayah yang berada di kawasan gunung tersebut, tetapi juga telah menyebar dan turun hingga ke wiilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

    Akibatnya, tidak sedikit masyarakat Kota Bandung yang melakukan aktivitasnya di jalan, harus menutup mukanya dengan berbagai penutup.

    Kepala Sub Departemen Penyakit Dalam Respirologi dan Penyakit Kritis Respirosi, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, DR. Arto Yuwono Soeroto mengatakan, efek yang bisa ditimbulkan jika menghirup debu vulkanik diantaranya, terganggunya saluran pernafasan, mata dan kulit.
    “Efek yang bisa ditimbulkan kepada masyarakat yang sebelumnya tidak mempunyai penyakit diantaranya terganggunya saluran pernafasan mulai dari hidung, mulut tenggotrokan, mata menjadi perih dan iritasi pada kulit,” ucapnya.

    Arto mengatakan, bagi mereka yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit paru dasar, seperti asma akan lebih berat karena bisa menjadi pencetus untuk penyakit tersebut kambuh kembali.
    “Ini bisa menjadi “trigger” bagi mereka yang mempunyai penyakit paru dasar, seperti asma, kalau asmanya kumat maka akan timbul batuk, rasa berat di dada dan bengek,” tutur Arto, kepada www.Jabarprov.go.id, ketika di temui di ruang kerjasanya di RSHS Bandung, Kamis (14/02).
    Menurut Arto, bagi mereka yang terkena efek abu vulkanik ini namun tidak memiliki riwayat penyakit paru dasar, cukup mengkonsumsi obat-obatan sesuai penyakit atau gejala yang dideritanya.

    “Mereka yang batuk cukup dengan obat batuk, akalau pilek ya dikasih obat pilek dan ga usah pake antibiotik karena ini bukan penyakit karena infeksi,” katanya.

    Sementara penyecegahan yang harus dilakukan menurut Arto, cukup dengan menutup muka dengan kain atau penutup muka lain, jika melakukan aktivitas di jalan atau berkendaraan.

    “Kalau tidak terpaksa keluar lebih baik jangan keluar, tapi kalau harus keluar ya lindungi saluran pernafasan dengan kain, gunakan kaca mata serta gunakan tangan panjang agar kulit tidak iritasi,” pungkasnya. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus