Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dekranasda Jabar Dorong Priangan Jadi Kawasan Wisata Kreatif

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8322.jpg

    BANDUNG -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan menjadi moderator dalam Seminar Sehari Dekranasda dengan tema "Meledakkan Potensi Kawasan Kreatif di Jawa Barat " di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Kamis (20/2).

    Netty menjabarkan, jika berbicara tentang kawasan kreatif,  mempunyai arti yang berbeda. Maka dari berbagai referensi dapat diartikan bahwa kawasan mengandung arti suatu daerah yang mempunyai karakter khusus dan kreatif merupakan sesuatu yang baru dan pembeda. "Jadi kawasan kreatif dapat disimpulkan mengandung arti suatu daerah khusus yang mempunyai karakteristik yang berbeda dari daerah lainnya,” tuturnya.

    Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Ferry Sofyan Arif mengatakan kawasan kreatif yang ada di Jawa Barat salah satunya di daerah Priangan. Karena yang menjadi fokus pembangunan industri dan perdagangan Jawa Barat tahun 2014 yaitu dari tekstil dan produk tekstil, alas kaki, makanan dan minuman. Di daerah Priangan juga terdapat potensi dan hasil produksi yang bisa digali seperti halnya kuliner, fashion dari border dan sandal khusus disebut tarumpah, batik dan tempat wisata.

    Adapun ciri-ciri penciptaan produk kreatif dengan adanya sumber daya manusia yang memadai, harus dapat berpikir secara komprehensif, harus dapat memilih hasil produk yang dapat inovasi dan adanya kesepakatan dalam segi pemasaran. Hal ini cocok dilakukan oleh generasi muda karena pola pikir yang masih sangat fresh selain itu itu tidak melakukan cara konvensional.

    Ketua Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat Cecep Rukmana ingin mengangkat sektor usaha yang menjadi sektor unggulan di Jawa Barat. Salah satunya dengan mencoba untuk melakukan strategi promosi kawasan kreatif dengan adanya sebuah pemikiran mengawinkan sebuah produk dengan keinginan pasar. Karena jika industri kreatif suatu daerah mengalami kenaikan maka industri parawisata pun akan berkembang.

    Sama halnya yang dilakukan oleh Ana sebagai pengusaha Travel tetapi lebih kepada wisatawan asing. “Dengan membuat paket-paket wisata yang ada di Jawa Barat dan adanya kerjasama dengan travel agent dari luar negeri dengan mempromosikan Jawa Barat. Hal tersebut harus ditunjang dengan kamahiran tour guide untuk fasih berbahasa Inggris dan China,” ungkapnya.

    Karena sebenarnya, menurut Ana,  kebanyakan wisatawan asing berasal dari China. Karena mereka mencari tempat untuk bersantai, tempat yang memiliki nilai sejarah, tempat belanja yang produknya berkualitas tinggi dan mempunyai nilai seni serta low budget. Kendala yang dimiliki oleh Jawa Barat adalah akses menuju kawasan tersebut sehingga wisatawan lebih mengenal Bali daripada daerah lain yang ada di Indonesia.

    Untuk itu Letkol pnb Indan dari Danlanud Wiradinata Kab. Tasikmalaya mengatakan Priangan sebagai salah satu Kawasan Kreatif di Jawa Barat harus didukung. Perlunya kemudahan akses melalui transportasi udara dengan memanfaatan lanud wiradata untuk bandar udara yang melayani penerbangan sipil yang terjadwal komersial. 

    Tetapi ada beberapa keuntungan dan keterbatasan yang dimiliki. Keunggulannya adanya kecepatan akurasi waktu yang dapat diprediksi, fleksibilitas dan daya jangkau. Keterbatasannya yaitu ketergantungan terhadap lanud bandara, mahal, daya angkut dan sensitif thp cuaca.

    Dari beberapa narasumber maka Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan dapat menyimpulkan bahwa dengan mendorong para wisata untuk mengenal kawasan kreatif, melakukan pembinaan masyarakat, melakukan branding sehingga wisatawan mengenal bahwa produk tersebut dari Jawa Barat. 

    Selain itu, menurut Netty,  meningkatkan kualitas produk lokal baik dari kuliner dan produk lokal dari Jawa Barat dengan memperbaiki dan mengeksplor kemasan dan kreatifitas dari makanan.

    "Tentu hal demikian tidak dapat dilakukan oleh Dekranasda saja tetapi perlu adanya dukungan sosial dan budaya dalam kemajuan kawasan kreatif. Termasuk dukungan dari masyarakat dan pemerintah demi kesejahteraan dan keharmonisan Jawa Barat," tegas Netty. 

    Pada seminar sehari Dekranasda ini dihadiri oleh Wakil Ketua I Gisellawati Mizwar, Wakil Ketua II Erti Wawan Ridwan, Kepala OPD terkait dan pengurus Dekranasda Provinsi Jawa Barat Masa Bhakti 2013-2018.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus