Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Peserta Transmigrasi Di Tahun 2014 Alami Penurunan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8343.jpg

    BANDUNG. Program transmigrasi hingga tahun 2014 terus berlangsung. Namun, dari jumlahnya dari Jabar mengalami penurunan, ungkap Kadis Nakertrans Jabar, Hening Widiatmoko dalam keterangannya kepada  wartawan (24/2).

    Hening, lebih lanjut memaparkan penurunan jumlah transmigran, tak hanya dari Jabar saja, tetapi penurunan terjadi di semua Provinsi. Untuk tahun ini, kuota transmigran Jabar hanya 13O KK, sebelumnya di tahun 2013 mencapai 327 KK.
    Adanya penurunan dikarenakan pemerintah akan melakukan evaluasi atas program transmigran karena selama ini masih banyak masalah di daerah tujuan para transmigran.

    Masalah yang selama ini banyak muncul di daerah transmigran, diantaranya kepemilikan sertifkat lahan yang dikelola para transmigran di daerah tujuan.

    Soal kepemilikan lahan tersebut dalam kurun waktu 5 tahun dikelola transmigan seharusnya sudah bisa terbit dimiliki oleh para transmigran sebagai pengelola lahan tersebut.

    Namun, kenyataannya banyak lahan yang sudah dikelola kalangan transmigran lebih dari 5 tahun, penerbitan sertifikat lahan banyak yang belum diterbitkan.

    Oleh karenanya, dalam tahapan evalusi program transmigrasi, pemerintah akan segera menyelesaikan persoalan sertifikat kepemilikan lahan untuk para transmigran.

    Hening, dalam bagian lain keterangannya memaparkan di tahun 2013, realisasi program transmigrasi berjalan sesuai target. Di tahun 2013, jumlah transmigran yang ditargetkan berangkat ke beberapa tujuan masing-masing ke Pulau Sumatera, Kalimantan, Maluku dan Kalimantan sebanyak 340 KK.

    Realisasinya sebanyak 327 KK. Penyebab tidak terpenuhinya secara maksimal transmigran yang berangkat dikarenakan adanya satu daerah yang gagal diberangkatkan karena daerah tujuan tersebut merupakan daerah rawan banjir.

    Daerah rawan banjir tersebut, ujar Hening berada di Sumsel, karena khawatir para transmigran sengsara di daerah tujuan akibat daerah tersebut rawan banjir, maka pemberangkatan dibatalkan. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus