Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Cintai Produk Bangsa Sendiri Sejak Anak-Anak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8404.jpg

    BANDUNGKAB-Pembinaan untuk mencintai produk bangsa sendiri, menurut Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH.,S.Ip harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Pembinaan ini menurutnya, harus masuk dalam konsep pendidikan di Indonesia mulai jenjang pendidikan di Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

    “Kita bisa mengambil contoh bangsa Korea yang sangat mencintai produk bangsanya sendiri, seperti Samsung atau LG, sementara merek produk luar oleh mereka dinomor duakan” ungkap H. Dadang M. Naser saat membuka Rakerda (Rapat Kerja Daerah) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bandung Tahun 2014 di Aula RM. Riung Panyaungan-Banjaran, Senin (3/3).

    Konsep pendidikan yang dianut Indonesia, kata H. Dadang M. Naser tidak berbeda jauh dengan konsep yang telah dilakukan oleh negara maju. Namun yang lebih penting kata H. Dadang M. Naser, konsep pendidikan ini harus mampu membentuk karakter bangsa. “Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikuasai oleh bangsa Indonesia, namun jangan lupa nilai-nilai budaya bangsa yang sangat positif jangan sampai dilupakan” pesan H. Dadang M. Naser.

    Ia pun mengingatkan, pendidikan agama sebagai pondasi pembentukan akhlak manusia mesti terus ditingkatkan. Pendidikan ini bisa dilakukan disekolah formal maupun dilingkungan keluarga. “Mari kita bentuk ahlak anak-anak kita agar lebih mulia, karena dipundak merekalah nasib bangsa Indonesia dimasa depan akan kita pertaruhkan” katanya pula.

    Lembaga IGRA menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Drs. H. Imron Rosyadi, MM banyak diminati para orang tua murid. Bahkan menurutnya, jumlah lembaga IGRA di Kabupaten Bandung telah mencapai 710 buah dengan jumlah santri/santriawan sekitar 26.000 orang.

    Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-kanak dibawah naungan Kementerian Agama ini menurut H. Imron Rosyadi dalam sistem pendidikannya tidak berbeda jauh dengan konsep pendidikan Taman Kanak-kanak pada umumnya. Namun kelebihan dari Raudhatul Athfal adalah pendidikan agama yang lebih dominan.

    Rakerda IGRA menurut Ketua Panitia, Ny. Aidah mengambil tema Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam Mewujudkan Organisasi yang Maju, Unggul dan Islami. Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. “Dan yang lebih penting, dari rapat ini adalah terjalinnya tali silaturahmi antar sesama guru yang selama ini tersebar di berbagai sudut desa” kata Ny. Aidah.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus