Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Asep Sundandar Sunarya Berpulang Gubernur Sampaikan Duka Cita Mendalam

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8578.jpg
    Geburenur Jawa Barat saat menunjungi Padepokan Giriharja 2 Mei 2012

    Tradisi menonton wayang sudah melekat pada diri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dari kecil. Meski begitu, Aher belum kenal dekat dengan para dalang populer, termasuk dengan dalang H. Asep Sunandar Sunarya kecuali ketika menjadi Gubernur. 

    Selama setahun penuh di tahun 2012 Aher membuat program Gubernur Saba Lembur yang didalamnya melibatkan dalang terkenal Asep Sunandar Sunarya. Disanalah mereka bertemu dengan ribuan masyarakat, menyapa masyarakat, dan melakukan sosialisasi pembangunan.

    Berita meninggalnya maestro Dalang Jawa Barat ini membuat Ahmad Heryawan merasa kehilangan dan  enyampaikan duka cita yang mendalam. Asep Sunandar Sunarya meninggal pada Senin, 31 Maret 2014 di  RS Al-Ihsan Baleendah Kab Bdg pada pukul 14.40 WIB.

    "Sangat luar biasa kenangan saya dengan beliau. Saya merasa sangat kehilangan, tapi itulah kehendak Alllah kehendak yang maha kuasa. Mudah2an keluarganya diberi ketabahan dan kesabaran. Saya atas nama pemerintah provinsi jawa barat mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya H. Asep Sunandar Sunarya, dalang paling terkenal di Jawa Barat ini," tutur Aher.

    Ahmad Heryawan berharap di masa depan akan hadir dalang-dalang sehebat Almarhum yg pemahaman seni dan pemahaman agamanya tinggi. Karena tentu saja masyarakat Jabar sangat merasa kehilangan seniman besar yang agamis, seniman yang disamping menyuarakan seni keindahan juga meyuarakan agama, menyuarakan kebaikan dan kebenaran.

    Rencananya malam ini Aher akan berkunjung ke rumah duka untuk berbela sungkawa dan menunjukkan apresiasinya atas kerja keras Almarhum selama ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus