Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Melayat ke Kempek, Aher Terkesan Etos Abuya Ja'far

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8597.jpg

    CIREBON - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melayat almarhum KH Ja'far Shodiq Aqiel Siroj, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon yang juga pendiri dan pengasuh Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Pesantren Kempek, Cirebon. 

    Tiba di Pesantren Kempek pada Rabu malam (2/4), Gubernur Ahmad Heryawan disambut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqiel Siradj, adik kandung mendiang.

    Selain Ketua Umum PBNU, turut menyambut istri almarhum Abuya Ja'far --sapaan almarhum, Nyai Hj. Daimah Nashir, dan anak-anaknya. Abuya Ja'far meninggalkan seorang istri, enam putra-putri, dan ribuan santrinya.

    Kepada Ketua Umum PBNU, istri dan anak-anak almarhum KH Ja'far Shodiq, Ahmad Heryawan sebagai Gubernur Jawa Barat dan pribadi menyampaikan duka mendalam. 

    "Jawa Barat dan umat Islam umumnya kehilangan beliau. Kami mendoakan semoga almarhum diterima Allah SWT," tutur Ahmad Heryawan kepada keluarga besar KH Ja'far Shodiq di kediaman sederhana tokoh berpengaruh ini.

    Gubernur menambahkan, KH Ja'far Shodiq sangat berjasa bagi kemajuan dunia pendidikan umumnya --khususnya pesantren.

    "Pondok Pesantren Kempek patut menjadi contoh bagi lembaga pendidikan Islam lainnya. Kempek berkembang pesat sebab dikelola sangat baik," Gubernur menjelaskan.

    Dikatakan pula, sosok KH Ja'far Shodiq juga perlu diteladani dalam hal etos kerja dalam merealisasikan berbagai gagasannya yang diyakini terbaik bagi masyarakat luas.

    "Beliau teguh memperjuangkan dan mendukung sesuatu yang terbaik bagi Jawa Barat khususnya, dan Indonesia umumnya. Begitulah almarhum KH Ja'far Shodiq," kata Ahmad Heryawan. 

    Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj menjelaskan, KH Ja'far Shodiq wafat pada Selasa, 1 April 2014, sekitar pukul 18:00 WIB. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

    "Satu yang paling berkesan, beliau sangat keras bila menghendaki sesuatu. Bila punya rencana atau target, beliau bekerja sangat keras agar terealisasi," tutur KH Said Aqiel.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus