Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Panen Perdana Padi Metode IPAT-BO

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8603.jpg

    KARAWANG-Bupati Karawang H.Ade Swara melakukan panen raya padi yang menggunakan metode IPAT – BO dalam proses penanamannya. Panen perdana itu dilakukan di lokasi kelompok Tani Sri Mulya II Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan, Rabu (02/4). pada kesempatan itu hadir Ketua TP PKK Kabupaten Karawang Hj.Nurlatifah Swara, perwakilan dari Kementrian Pertanian, Para Kepala SKPD, Perwakilan dari UNPAD, IPB, dan Unsika, Para Camat se Kabupaten Karawang beserta UPTD, BP3K, KTNA.

    Mengawali sambutannya  Bupati menyampaikan,  bahwa sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan Daerah dan Nasional. Peranan sektor pertanian bukan saja memberikan andil terhadap ketahanan pangan tetapi juga memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap  perkembangan perekonomian secara menyeluruh, baik menyangkut pendapatan petani itu sendiri, pendapatan daerah, maupun penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, pembangunan bidang pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang dilaksanakan di Kabupaten Karawang, jelasnya.

    Upaya upaya peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi antara lain: penggunaan varietas unggul, pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik, keserempakan tanam, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara bijaksana, dan penerapan teknologi panen dan pasca panen”, ungkapnya.

    Bupati juga pada kesempatan itu menginformasikan, Kabupaten Karawang saat ini mempunyai luas lahan 175.327 ha dengan rincian, lahan sawah seluas 97.529 hektar, lahan kering seluas 77.798 hektar. Disisi lain, sumber daya pertanian ini mempunyai peranan penting dalam memproduksi bahan pangan utama yaitu beras. pada Tahun 2013 lalu capaian produksi padi Kabupaten Karawang sebesar 1.507.002 ton gkp melebihi target rencana pencapaian produksi Tahun 2014 yaitu sebesar 1.435.012 ton gkp atau setara dengan 774.461 ton beras”, imbuhnya.

    Menurut Bupati, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan, kebutuhan lahan akan meningkat dengan pesat, sementara itu ketersediaan lahan pada dasarnya tidak berubah. Peningkatan kebutuhan lahan untuk suatu kegiatan sudah barang tentu akan mengurangi ketersediaan lahan untuk kegiatan lainnya, baik kebutuhan lahan untuk perumahan, jasa, industri dan fasilitas umum lainnya. Kondisi tersebut ditunjang oleh beberapa ancaman terhadap lahan pertanian, seperti kebutuhan ekonomi dan tergiur akan harga lahan yang tinggi, serta berkurangnya minat generasi muda untuk bekerja dan berusaha disektor pertanian”, jelasnya.

    Namun demikian Bupati menambahkan, berbagai kendala tersebut di atas harus kita pikirkan secara bijaksana. Untuk itu, mari kita optimalkan sumber daya yang ada untuk bisa mempertahankan Karawang sebagai lumbung padi.

    Upaya perluasan lahan pertanian (ektensifikasi) rasanya sulit dilakukan, maka dari itu yang bisa kita upayakan adalah meningkatkan produksi persatuan luas lahan (intensifikasi), dan show window pertanian yang ramah lingkungan ini dan yang hari ini kita panen hasilnya merupakan salah satu jawaban dari intensifikasi tersebut, sehingga ke depan kita dapat mempertahankan target produksi padi di Kabupaten Karawang” ucapnya.(@opa)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus