Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub Jabar Buka Musrenbang Provinsi Jabar Tahun 2015

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8660.jpg

    BANDUNG-Wagub Jabar, H. Deddy Mizwar, membuka Musrenbang Provinsi Jabar tahun 2014. Wagub dalam pembukaan Musrenbang Provinsi, yang bertempat di Kantor Bappeda Jabar, (14/4) mengungkapkan, Musrenbang dilaksanakan untuk menghasilkan rencana kerja daerah tahun 2015, diharapkan dapat mensinergikan rencana pembangunan.

    Musrenbang, yang berlangsung dua hari, dari tanggal 14 sampai 15 April 2014, dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap awal pembahasan  dan tahap puncak pembahasan Musrenbang.

    Sejalan dengan tahapan tersebut,  ada tahapan verifikasi program/rencana pembangunan. Dalam pembahasan  awal , akan ada harmonisasi program  yang akan ditindaanjuti dengan  penajaman program pada tahap   puncak Musrenbang Provinsi.

    Musrenbang, diminta kepada beberapa hal yang bisa dapat dilaksanakan secara terukur bisa dilaksanakan dalam tahun 2015. Himbauan tersebut, didasari oleh pertimbangan  ada rencana kegiatan yang belum detail untuk apa saja kegiatan tersebut dilaksanakan misalnya bantuan keuangan ke Kota/Kabupaten.

    Sementara itu, berkernaan dengan penyelenggaraan Musrenbang, Ketua Harian HKTI , Entang memberikan komentar. Menurutnya, program ketahanan pangan harus menjadi prioritas.

    Penguatan program ketahanan pangan sangat diperlukan karena, kondisi anomali iklim  mengkhawatirkan, khususnya dalam situasi  musim kering. Untuk sektor pertanian, melalui Musrenbang tahun ini juga diperlukan program yang berorientasi pada peningkatkan kesra pelaku usaha pertanian, diversifikasi pertanian, program peningkatan  Produktivitas pertanian

    Berdasarkan pertimbangan komoditas pertanian, Padi, jagung dan kedelai harus menjadi perhatian untuk dipacu peningkatan produksi dan produktivitasnya. Sarana yang mendukung sektor pertanian, dinilai masih kuran mengingat bantuandana yang bersumber dari  APBN dibawah berkisar Rp 200 miliar per komoditi per tahun kecuali untuk komoditas  padi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus