Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wabup Pantau 15.729 Peserta UN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8662.jpg

    LOHBENER – Sebanyak 15.729 siswa yang mengikuti UN dipantau oleh Wakil Bupati Indramayu H. Supendi. Pemantauan dilakukan untuk memastikan jalannya pelaksanaan UN lancar dan tidak mengalami kendala.

    Pemantauan pertama dilakukan di sekolah tertua di Indramayu yakni SMA Negeri 1 Sindang. Di sekolah ini peserta yang mengikuti UN sebanyak 323 siswa yang terdiri dari 207  siswa program IPA dan 116 siswa program IPS. Kemudian pemantauan dilanjutkan ke SMA Negeri Lohbener, ditempat ini siswa yang mengikuti UN sebanayak 195 siswa yang terdiri dari program IPA sebanyak 117 siswa dan program IPS sebanyak 78 siswa.

    Selain wakil bupati, pemantauan terhadap pelaksanaan UN juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah Indramayu Ahmad Bahtiar. Pemantauan dilakukan di SMA Negeri 1 Indramayu, di sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 307 siswa itu Sekretaris Daerah banyak bertanya tentang masalah keamanan soal dan penambahan siswa sebagai peserta UN yang terjadi. Selanjutnya, Sekretaris Daerah melanjutkan pemantauan di SMK Negeri Indramayu.

    Disetiap sekolah yang dikunjunginya, wakil bupati memastikan keberadaan naskah soal telah terdisstribusi dengan baik dan tidak ada masalah yang muncul serta menananyakan kehadiran siswa yang mengikuti UN. Kemudian yang juga mendapatkan perhatian serius dari pimpinan daerah yakni keberadaan aparat keamanan yang menjaga naskah soal UN.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Odang Kusmayadi mengatakan, di Kabupaten Indramayu terdapat 15.729 siswa yang mengikuti UN. Jumlah tersebut terdiri dari 4.777 siswa SMA, 1865 siswa MA, dan 9.087 siswa SMK.

    Pihaknya menjamin pelaksanaan UN ini tidak akan terjadi kecurangan. Karena saat ini soal UN antara siswa yang satu dengan lainnya dalam satu ruangan tidak sama. Hal ini tidak akan terjadi contek-mencontek antar siswa. Namun demikan, jika terjadi dilapangan pihaknya siap menerima laporan dari masyarakat.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus