Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bulan Mei, Perusahaan Daerah Pengelola Bandara Kertajati Terbentuk

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8718.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengawal ketat tahap-tahap pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

    Bertempat di Gedung sate, Kota Bandung, Selasa, (22/4), Aher kembali memimpin rapat pimpinan (rapim) yang khusus membahas perkembangan pembangunan BIJB yang selama ini disebut Bandara Kertajati. Rapim juga diikuti Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan para kepala dinas terkait.

    "BIJB terus kita bangun. Tahun ini kita menyempurnakan pembebasan lahan untuk runway, yang terus dilakukan hingga 2014, papar Gubernur Ahmad Heryawan kepada wartawan usai rapim.

    Ditambahkan, pembangunan landasan pacu (runway) tahap I ditargetkan rampung pada 2015.

    Aher menegaskan, rapim juga menuntaskan pembentukan organisasi pengelola operasional BIJB. Bandara yang bakal mendampingi Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, sebagai gerbang utama Indonesia ini akan dikelola perusahaan joint venture.

    "Akan dibentuk perusahaan daerah PT BIJB yang bekerjasama dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Angkasa Pura II, serta pihak swasta nasional atau internasional. Dari luar, sementara ini, dengan perusahaan Korea Selatan," papar Aher.

    Khusus Badan Usaha Milik daerah (BUMD), yakni PT BIJB, dipastikan terbentuk pada Mei mendatang.

    BIJB dibangun di atas lahan sekitar 1.800 hektar. Lahan yang sudah dibebaskan tak kurang 800 hektar. Dalam waktu dekat, pembebasan lahan seluas 100 hektar lagi segera rampung. 

    "Pembebasan lahan akan terus dilaksanakan hingga tahun depan," ungkap Aher. 

    Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta pada Bappenas Bastary Pandji beberapa waktu lalu mengungkapkan, BIJB menyerap dana sekitar Rp 10 triliun dari pihak swasta. Sementara juga disiapkan dana Rp 350 miliar yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    Kebutuhan dana lain, sebesar US$ 130 juta untuk biaya konstruksi landside. Kebutuhan ini untuk membangun terminal penumpang dan kargo, fasilitas pendukung dan operasional, serta pemeliharaan sistem bandara, jelas Bastary.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus