Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pacet Melaju Ke Tingkat Nasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8728.jpg

    BANDUNGKAB-Desa Nagrak Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung dipastikan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK-KB-Kesehatan Tingkat Nasional Tahun 2014, dalam bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk kategori desa.
     
    Hal ini disampaikan Ketua Tim Penilai Kesrak PKK-KB-Kesehatan Pusat, Susilowati Soebekti, saat melakukan evaluasi dan penilaian program PKK KB-Kes, di Aula Kantor Desa Nagrak, Pacet, Rabu (23/04).
     
    Hadir dalam penilaian tersebut, Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj.Kurnia Dadang M.Naser, unsur BKBBN Pusat Edi Sofian, unsur TP PKK Provinsi Jabar, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP), Kepala Dinas Kesehatan, dr.H.Achmad Kustijadi,M.Epid, Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser, Camat Pacet Mochamad Ischaq, S.Sos serta Kepala Desa Nagrak U.Suparman.
     
    Susilowati Soebekti mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi yang telah diraih Kabupaten Bandung karena  berhasil menjadi duta Jawa Barat di tingkat nasional. “Kabupaten Bandung tidak akan sampai ke tingkat nasional jika tidak berprestasi”, ungkap Susilowati.
     
    Prestasi tersebut diraih Kabupaten Bandung tentunya melalui upaya keras berbagai pihak yang melibatkan masyarakat. Diakui Susilowati, untuk meraih prestasi di bidang PHBS sangat sulit karena untuk menuju prilaku sehat itu membutuhkan proses dan waktu. “Oleh karenanya, Saya menganggap upaya Pemkab Bandung ini sangat luar biasa karena mampu melakukan pembinaan kepada warga agar selalu menjaga pola hidup sehat hingga bisa berprestasi di tingkat nasional”, katanya.
     
    Susilowati menjelaskan, dari ratusan kabupaten di Indonesia, Kabupaten Bandung patut berbangga karena dapat terpilih bersama lima kabupaten lainnya yakni Kabupaten Batanghari-Jambi, Klaten-Jawa Tengah, Magetan-Jawa Timur, Tanggamus-Lampung, dan Kabupaten Luwuk Timur-Sulawesi Selatan. “ Mereka akan bersaing untuk bisa meraih peringkat Pakarti Madya dan Pakarti Utama”, ungkap Susilowati.
     
    Dalam kesempatan itu, Dia menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bandung yang mengarah dan berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. “Dengan keluarnya Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 31 Tahun 2000 tentang K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Kesehatan Lingkungan) dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 15 Tahun 2008 Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok, menunjukkan upaya keras pemerintah daerah untuk memprioritaskan kesehatan warganya”, puji Soebekti.
     
    Bupati Dadang Naser mengatakan prestasi yang telah diraih desa Nagrak ini merupakan kado istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Bandung karena beberapa waktu lalu, Pemkab Bandung merayakan Hari Jadinya yang ke-373 yang tepat jatuh pada 20 April 2014 lalu.
     
    Dadang Naser menjelaskan, hampir 80% penduduk Nagrak sudah memahami indikator-indikator rumah tangga perilaku hidup sehat. Seperti menggunakan jamban yang sehat,   air bersih, selalu mencuci tangan di air mengalir dengan sabun, tidak merokok dalam rumah serta memakan sayuran dan buah-buah setiap hari, “Ini telah menunjukkan bahwa perilaku hidup sehat sudah teraplikasikan dengan baik di desa Nagrak. Pada umumnya warga sudah tahu dan memahami pentingnya PHBS”, tutur Dadang Naser.
     
    “Disamping itu, berbagai inovasi yang telah dilakukan aparat pemerintah desa seperti menyediakan Pojok Merokok dan pelatihan kelas untuk Ibu-ibu CTPS (Cuci Tangan pake Sabun) membuktikan kesadaran warga untuk menjaga pola hidup sehat di desa Nagrak ini sangat tinggi”, kata Dadang.
     
    Dalam exposenya, Ketua TP PKK Desa Nagrak, Ani Andriani mengatakan selama ini pihaknya telah melakukan kegiatan pembinaan  PHBS Rumah Tangga,  “Kegiatan ini telah mampu memberikan nilai positif terhadap perilaku dan kebiasaan hidup masyarakat kita, dan kami bertekad ingin menjadikan PHBS ini menjadi budaya sehari-hari warga Nagrak”, ungkap Ani.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus