Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dadang Naser : Petani Tidak Perlu Dilibatkan Dalam Penelitian

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8761.jpg

    BANDUNGKAB-Bupati Dadang Naser menghimbau, sebaiknya masyarakat petani tidak dilibatkan dalam hal penelitian dan uji coba pertanian, cukup dilakukan oleh pemerintah saja seperti di negara Korea selatan. “Mereka tidak perlu direpotkan dengan uji coba dan penelitian. Karena itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah. Mereka tinggal melaksanakan hasil ujicoba tersebut untuk dilakukan di lapangan”, tegas Dadang Naser.

    Hal demikian dihimbau Bupati dadang Naser saat memberikan arahan pada acara Sosialisasi Gerakan Penyusunan Programa Penyuluhan (GP-3), Selasa (29/4) Sutan Raja Hotel Soreang Kab. Bandung.

    Dikatakan Dadang Naser, tidak ada salahnya jika Kabupaten Bandung meniru keberhasilan negara Korea Selatan dalam hal kemandirian pangannya. Tanggungjawab negara tersebut kepada masyarakat petaninya sangat tinggi. “Hal itu terbukti dengan kemandirian Korea Selatan dalam bidang pangan, seperti contohnya mereka tidak mengimpor daging dan ternak, padahal negara tersebut hanya memiliki 20% lahan yang dapat digunakan untuk bidang pertanian”, beber Dadang Naser
     
    Ditambahkan Dadang, Indonesia adalah negara agraris dan tanahnya subur. Jika negara kita bisa memberdayakan para petaninya, kita tidak perlu mengimpor lagi terigu, ikan, beras dan garam dari luar negeri. Kehadiran petani sungguh penting untuk masyarakat. Profesor, pejabat, jendral semuanya butuh petani. Karena mereka menjadi pelaku utama untuk mencukupi kebutuhan pangan kita sehari-hari. “Tinggal bagaimana pemerintah bisa membuat kebijakan-kebijakan yang pro terhadap kesejahteraan petani yang selama ini identik dengan kesengsaraan”, tegasnya pula.
     
    Oleh karenanya ia sangat ingin memberdayakan dan memajukan petani Kabupaten Bandung. Dadang menilai keberdayaan para petani merupakan keniscayaan bagi berjalannya proses pembangunan. Salah satu langkah yang diambil pihaknya adalah menghimbau setiap desa untuk membuat peraturan desa untuk menyediakan lahan abadi pertanian sehingga keberlangsungan hidup para petani di Kabupaten Bandung bisa tetap bertahan.
     
    Terpisah, Mat Syukur mengatakan MP-3 merupakan metode yang luar biasa namun dalam proses  pelaksanaannya tidak sesederhana yang kita bayangkan.  Dalam dunia partisipasi itu,memerlukan kesabaran. “ Penyuluh harus mampu menumbuhkan partisipasi masyarakat dan salah satu modalnya adalah kesabaran. Jika penyuluh gede ambeuk (red: suka marah), maka akan sulit menumbuhkan partisipasi petani”, ungkap Mat Syukur.
     
    Disamping itu, Mat juga menghimbau agar para penyuluh bisa kreatif sehingga muncul inovasi-inovasi baru dalam mengolah pertanian. “Untuk BKPPP, berikan kebebasan kepada para penyuluh saat mengembangkan kreativitas dan inovasinya. Tumbuhkan motivasi yang tinggi sehingga mereka akan mumpuni dalam bidangnya”, ujarnya pula.
     
    MP-3 di Kabupaten Bandung menurutnya sudah cukup luar biasa. Keberpihakan dan daya dorong pemerintah daerah pun terhadap pertanian sangat bagus. “Hal tersebut terlihat dari harmonisnya hubungan dan komunikasi yang dilakukan oleh legislatif dan eksekutif dalam berbagai hal, termasuk bidang pertanian”, katanya pula.

    Kegiatan yang digelar oleh  Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung tersebut di hadiri Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi dan Teknologi Pertanian Pusat, Dr.Mat Syukur, Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, dan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, H.Saiful Bahri.
     
    Kepala BKPPP Kabupaten Bandung Dadang Hermawan menyebutkan kegiatan diselenggarakan sebagai salah satu langkah pemerintah daerah dalam menampung aspirasi masyarakat petani untuk menyusun programa penyuluhan di Kabupaten Bandung
     
    “Kegiatan ini merupakan agenda kegiatan tahunan dalam rangka penyusunan Programa Penyuluhan untuk tahun berikutnya. Penyusunan programa penyuluhan di tahun 2014 ini, merupakan kali kedua  menggunakan metode MP-3”, ungkap Dadang Hermawan, seraya menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut agar para penyuluh termotivasi untuk menggali keberadaan sumber informasi pertanian di wilayahnya yang mudah diakses baik oleh petani maupun penyuluh.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus