Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Menteri LH, Balthasar Sidak PT KAHATEX

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_8858.jpg

    BANDUNG-Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar, Rabu (14/5) lakukan sidak ke PT KahateX untuk memastikan perusahaan tersebut melakukan pencemaran lingkungan untuk daerah sekitarnya. Dalam sidak tersebut, Menteri Balthasar didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yeri Yanuar dan Kasatpol PP Prov. Jabar, Udjwalaprana Sigit.

    Sebelum meninjau kedalam pabrik, Menteri LH terlebih dahulu melihat sungai yang mengelilingi pabrik yang lokasinya tidak jauh dari pabrik. Balthasar melihat langsung bagaimana terjadi pencemaran lingkungan sehingga tampak air sungai tersebut berwarna hitam pekat, berbusa dan bau menyengat.

    Usai melihat saluran air atau sungai dimana limbah pabrik dibuang, kemudian rombongan Menteri Balthasar masuk ke lokasi pabrik. Di pabrik PT KAHATEX, Balthasar melihat bagaimana terjadinya pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah pabrik. "Pabrik ini jelas mencemari lingkungan dan harus bertanggung jawab", ujarnya sambil berjalan menyusuri lokasi pabrik.

    Di area pabrik, Balthasar tidak lama. Kemudian meluncur ke Kampung Rawa Baru, Desa Linggar Kec. Rancaekek. Di desa ini, Balthasar melihat secara jelas bagaimana efek pencemaran lingkungan yang merusak sekitar 150 hektar tanaman padi. "Kalau dulu sekitar tahun 80-an, area persawahan di Rancaekek dapat menghasilkan padi sekitar 5 ton/hektar, tetapi sekarang, dengan adanya limbah pabrik, padi yang dihasilkan hanya sekitar dua kwintal/hektar saja, sungguh sangat jauh",ujar salah seorang petani. Salah seorang petani kemudian memperlihatkan kondisi batang padi siap panen tapi tak ada bijinya atau disebut "hapa" (bhs.sunda). Di lokasi ini freddy tidak banyak berkomentar. Ia hanya melihat dengan serius bagaimana limbah pabrik mencemari lingkungan persawahan.

    Sebenarnya, pencemaran area persawahan di Desa Linggar Kec.Rancaekek Kab.Bandung itu sudah berlangsung sejak tahun 90-an dan telah melewati tiga kali penguasa pemerintahan Republik ini, namun sejauh ini tidak ada tindakan yang jelas untuk menghilangkan pencemaran hingga saat ini dimana ada Menteri LH turun dan  melihat langsung, ujar petani.

    Mudah-mudahan dengan datangnya menteri ini akan menjadi kenyataan dimana pencemaran benar-benar hilang dan petani kembali bisa menanam padi seperti dulu, itulah harapan petani yang ditanya jabarprov.go.id.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus