Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Harga Sembako H-18 Ramadhan Masih Stabil

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9009.jpg

    BANDUNG-Pantauan reporter jabarprov.go.id dilapangan, Selasa (10/6) pada Delapan belas hari menjelang Ramadhan harga-harga sembako masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. 

    Menurut sejumlah pedagang di pasar tradisional Balubur, harga sembako seperti beras, telur, ayam dan daging sapi masih sama seperti Jum’at lalu. Harga beras masih berkisar Rp 7.000- Rp 10.000/kg, telur tetap Rp 20.000/kg, ayam Rp 34.000/kg dan daging sapi malah turun dari Rp 98.000/kg menjadi Rp 95.000- Rp 96.000/kg. Menurut pak Darsono, salah satu penjual ayam menyebutkan walaupun harga ayam sebenarnya sudah naik tapi ia belum bisa menaikkan harga penjualan pada konsumen. Hal ini dikarenakan keadaan ekonomi yang saat ini kurang mendukung menyebabkan daya beli masyarakat menurun. 

    Harga sayur mayur dan bumbu juga masih sama yaitu Rp 8.000/kg untuk cabe kriting, Rp 18.000/kg untuk bawang merah dan Rp 14.000/kg harga bawang putih. Minyak sayur juga masih belum mengalami kenaikkan harganya sekitar Rp 12.000/lt dan Rp 13.000/lt serta Rp 25.000/2lt untuk minyak kemasan. Untuk gula juga masih sama dengan harga minggu lalu yaitu Rp 11.000- Rp 12.000. Diperkirakan harga-harga sembako akan naik ketika sudah dekat sekali dengan bulan ramadhan seperti H-7 dan diawal ramadhan nanti. Menurut para pedagang, walaupun bulan ramadhan sudah kurang dari tiga minggu lagi tetapi antusiasme masyarakat dalam belanja sembako masih normal. 
     
    Keadaan seperti ini diperkirakan karena bulan ramadhan tahun ini bertepatan dengan masa libur dan pergantian tahun ajaran baru anak-anak sekolah. Saat libur tingkat belanja masyarakat cenderung turun karena kebanyakan yang belanja sembako dalam jumlah banyak adalah para penjual makanan dan jajanan. Ketika para siswa libur para penjual makanan pun belanja dalam jumlah yang  lebih sedikit dari biasanya. Dan para orang tua lebih fokus menyiapkan segala keperluan sekolah anak-anak mereka.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus