Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dadang Naser Kunjungi Korban Puting Beliung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9041.jpg

    BANDUNGKAB-Bupati Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip turut prihatin terhadap korban peristiwa angin puting beliung yang telah menerjang kawasan Majalaya, pada Rabu lalu (11/06). Keprihatinannya tersebut, di wujudkan dalam bentuk pemberian bantuan logistik dan keperluan alat rumah tangga, serta akan segera menindaklanjuti rehabilitasi rumah, terutama bagi warga yang rumahnya rusak berat.

    “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, ini menunjukkan kesigapan warga terhadap bencana tersebut sudah bagus”, ungkap Dadang Naser saat mengunjungi para korban di Kp.Ciomas Desa Neglasari Kecamatan Majaya, Kamis (12/06).

    Turut mendampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Marlan, S.Ip, Kepala Dinas Sosial, Dra.Hj.Nina Setiana, M.Si serta Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Achmad Kosasih, S.Ip, M.Si.

    Puting beliung, menurut Dadang tidak dapat di cegah dan di antisipasi, karena peristiwa tersebut murni disebabkan oleh kondisi alam, bukan kelalaian atau ulah manusia. Lain dengan banjir atau longsor yang disebabkan faktor ulah manusia yang dapat kita cegah sebelumnya.

    “Kami hanya bisa menghimbau dan mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada jika terjadi puting beliung, namun seandainya itu terjadi Kami akan selalu siap dan turut membantu menangani permasalahan-permasalahan sosialnya akibat kejadian tersebut”, ujar Dadang.

    Dadang Naser menjelaskan, puting beliung tiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Bandung dan lokasinya selalu berpindah-pindah. Beberapa wilayah yang sering terjadi peristiwa itu diantaranya Kecamatan Majalaya, Ciparay, Baleendah, Solokan Jeruk, Bojongsoang dan Rancaekek. “Bagi warga yang tinggal di wilayah tersebut, sebaiknya tetap waspada dan berhati-hati”, himbaunya pula.

    Peristiwa putting beliung yang telah menimpa tiga desa, yakni Desa Wangisagara, Padaulun dan Neglasari ini,  telah mengakibatkan sedikitnya tujuh rumah rusak berat dan 123 rumah rusak ringan dan sedang. Bagi warga yang rumahnya rusak berat, menurut Marlan, sementara akan ditempatkan di madrasah atau tetangga terdekat. Sedangkan untuk warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang, warga setempat secara sukarela bersama-sama bekerja bakti ikut memperbaiki, sehingga para korban ini masih bisa menempati rumahnya.
    Senada dengan apa yang telah diungkapkan Bupati Bandung, menurut Marlan puting beliung tidak dapat di prediksi datangnya. Pihaknya hanya bisa menghimbau kepada warga agar tetap waspada dengan cara mengetahui gejala-gejala bencana itu akan terjadi.

    Dikatakan Marlan, saat ini wilayah Kabupaten Bandung sedang dalam musim pancaroba, perubahan cuaca dari musim hujan ke musim panas. Puting beliung biasanya datang pada saat kondisi diawali dengan cuaca yang sangat panas,  kemudian tiba-tiba hujan yang tidak besar.
    Jika kondisi sudah seperti itu, sebaiknya warga segera menghindari tempat-tempat yang bisa mengundang puting beliung, “Seperti tidak berteduh di pohon yang besar atau menghindar dari rumah yang sudah rapuh” jelasnya pula.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Bandung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Yayat, salah seorang warga yang rumahnya rusak berat. Bantuan tersebut berupa, 500 kg Beras, 40 dus Mie Instant, 100 paket lauk pauk, 50 paket makanan siap saji, 12 lembar terpal, 12 buah sarung, 12 buah selimut serta 5 karung pakaian.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus