Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubuk Liar Di Area PT KAI Ditertibkan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9098.jpg

    KARAWANG-Menjelang bulan suci Ramadhan yang akan tiba sekitar 10 hari lagi, Satpol PP Kab Karawang bekerjasama dengan berbagai unsur terkait antara lain Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Cipta Karya, Polres,Kodim 0604, Yonif 305 menggelar penertiban gubuk gubuk liar yang menjadi tempat praktek maksiat prostitusi. kegiatan ini digelar sekitar sebulan lebih hingga menjelang Bulan Ramadhan berakhir. 

    Kegiatan ini dimulai hari ini Kamis (19/6) diawali dengan apel pelepasan pasukan dipimpin oleh Sekda Kab Karawang H. Teddy Rusfendi Sutisna di Plasa Pemkab Karawang.

    Dalam kesempatan tersebut Sekda Kab Karawang H Teddy mengharapkan kepada seluruh satuan keamanan, baik Satuan Polisi Pamong Praja, unsur Kepolisian, dan TNI serta aparat lainnya, tidak hanya mampu melaksanakan operasi K-3 saja, akan tetapi juga harus mampu mendorong kesadaran masyarakat agar lebih mencintai ketertiban, kebersihan dan keindahan. Dengan demikian, ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota karawang, tidak hanya dapat dinikmati saat operasi penertiban dilaksanakan saja, melainkan senantiasa terus terjaga setiap hari”, tuturnya.
     
    “Operasi penertiban ini, juga dalam rangka penertiban tempat kemaksiatan, perjudian dan prostitusi yang ada di kabupaten karawang guna memberantas penyakit masyarakat. Terlebih di akhir bulan ini kita selaku umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan 1435 Hijriyah. untuk itu, di bulan yang penuh berkah kita harus lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT dan menjauhi larangan-Nya, jelas Teddy.

    Bila sudah selesai urusan penertiban PT KAI, Satpol PP bisa lakukan sidak di titik titik prostitusi lainnya yang mungkin menjamur tanpa terkontrol dan untuk tempat hiburan seperti Café dll agar perlakukan himbauan jam malam , tidak boleh buka diluar aturan yang diterapkan Pemkab Karawang” tegasnya.

    Usai upacara pelepasan anggota pasukan yang terdiri dari ±70 orang dari Satpol PP 53 orang dari Kepolisian Polres hingga Polsek 18 OrangKodim hingga Koramil 7 Orang,Yonif 305 3 Orang, Unsur BMP untuk operasional Beko alat berat 2 orang, Cipta Karya 2 orang, PLN Karawang 2 Orang, Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan jumlah 3 orang dan MUI 1 orang.

    Sebelumnya, para penghuni dari 76 gubuk liar dilokasi tersebut telah diberikan Surat Peringatan agar menertibkan sendiri gubuk-gubuk mereka. Selanjutnya, surat peringatan kedua kembali diberikan kepada para penghuni dari sisa 40 gubuk liar yang masih belum menertibkannya sendiri. Hingga akhirnya sisa 2-3 gubuk liar dilakukan penertiban pada hari ini.

    Kayu dan bilik sisa gubuk liar dan furnitur yang telah ditertibkan tersebut selanjutnya dibakar ditempat, sedangkan fondasi dan lantai semen yang tersisa turut dihancurkan dengan menggunakan alat berat milik Dinas Bina Marga dan Pengairan. 

    Dalam kurun waktu kurang lebih 3 jam, keseluruhan operasi penertiban di lokasi tersebut sudah rata tanah, dan sisa material dan sampah hasil pembakaran turut diangkut dan dibersihkan dengan menggunakan truk milik Dinas Cipta Karya. Operasi penertiban di lapangan sendiri dipimpin secara langsung oleh Kabid Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja Basuki Rahmat dan Kabid Dal Ops Dede Tasria.

    Ditemui secara terpisah, Kepala Stasiun Karawang Tursiman, menjelaskan sebenarnya bahwa PT KAI sudah berencana sejak lama untuk pemanfaatan lahan ini yaitu untuk menyimpan stok angkutan Barang. Dirinya sendiri berharap agar pihak Pemkab dapat terus melakukan operasi penertiban secara rutin, sehingga lahan yang ada tidak lagi dipergunakan secara liar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan operasional PT. KAI.

    Di sisi lain, Fredi Joe, salah seorang warga setempat yang turut menyaksikan operasi penertiban tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang, Pol PP, Polres, serta instansi terkait lainnya telah rutin melakukan operasi penertiban di lokasi tersebut. Namun demikian, dampaknya tidak bertahan lama dan gubuk-gubuk liar pun kembali berdiri. Untuk itu, dirinya justru berharap agar PT. KAI dapat segera merealisasikan pemanfaatan areal lahan mereka untuk kegiatan operasional serta lokasi penyimpanan alat angkutan. Dengan demikian, tidak muncul bangunan liar yang berujung pada kegiatan prostitusi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus