Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1435 H, Jatuh Pada Senin, 28 Juli 2014

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9352.jpg

    Jakarta-Pemerintah melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan 1 Syawal 1434H jatuh pada hari Senin, 28 Juli 2014M. Penetapan ini dikeluarkan dalam sidang itsbat penetapan awal syawal 1434H, setelah menerima laporan hasil rukyat Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama yang disebar di 111 titik di seluruh Indonesia.

    Ketetapan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 130 Tahun 2013 tentang Penetapan Tanggal 1 Syawal 1435 H.

    Sidang Itsbat ini diawali dengan penyampaian laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal yang disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Muhtar Ali, dalam sebuah sidang tertutup. Setelah itu, Menag melakukan konferensi pers untuk melaporkan hasil siding itsbat (penetapan) awal Syawwal 1435H.

    “Kita telah mendengar laporan dari Muhtar Ali selaku Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah yang  melaporkan hasil perhitunghan hisab dan pelaksanaan rukyat yang dilakukan oleh Kementerian Agama,” tutur Menag mengawali jumpa pers, Jakarta, Minggu (27/07).

    Menurut Menag, dilaporkan bahwa berdasarkan hitungan hisab, posisi hilal ada pada ketinggian di atas 2 derajat. Bahkan ada beberapa daerah yang di atas 3 derajat.

    “Dari laporan pelaksanaan rukyatul hilal yang dilaksanakan di 111 lokasi, dilaporkan bahwa, setidaknya ada 9 orang dari 3 titik yang telah melihat hilal, yaitu di Bukit Condrodipo Gresik, Pelabuhan Ratu Sukabumi, dan Kolaka Sulawesi Tenggara,” tegas Menag.

    “Berdasarkan laporan tersebut, peserta sepakat menetapkan bahwa 1 syawal jatuh esok hari, Senin 28 Juli 2014,” tambahnya.

    Menag menambahkan bahwa sidang itsbat kali ini juga bersepakat untuk merekomendasikan Pemerintah dan MUI untuk secepatnya mengadakan pertemuan-pertemuan intensif guna merumuskan kesepakatan tentang definisi dan kriteria hilal.

    “Dengan demikian, untuk menetukan awal Ramadlan di masa mendatang bisa lebih baik dan sempurna, sehingga kita dalam menjalankan ajaran agama bisa dilakukan dengan lebih baik lagi,” pungkas Menag. Sumber : www.kemenag.go.id

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus