Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dari Upacara HUT RI di Kab.Bandung

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9482.jpg

    BANDUNGKAB-Lebih dari 3.000 warga Soreang dan sekitarnya, turut menyaksikan jalannya upacara peringatan ke-69 HUT Kemerdekan RI Tingkat Kabupaten Bandung. Upacara yang dipusatkan di Lapang Upakarti-Soreang tersebut berlangsung Khidmat dan tertib.
     
    Luapan massa untuk menyaksikan peringatan Kemerdekaan ke-69, kian bertambah semarak saat berlangsung arak-arakan kesenian hasil “kamonesan” warga yang mewakili 31 kecamatan. Seperti tahun-tahun lalu, arak-arakan di dominasi oleh barisan “Jampana” (tandu berisi makanan) dari masing-masing desa. Pawai tersebut disambut pula Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., S.Ip, unsur muspida anggota dan Ketua DPRD Kab. Bandung dan tak ketinggalan para mantan Bupati Bandung, masing-masing H. Obar Sobarna, S.Ip, H. U. Hatta Djatipermana serta Sani Lupias Abdurrahman.
     
    Kehadiran  warga untuk menyaksikan jalannya upacara, sudah mulai terlihat sejak pukul 07.30 Wib, Minggu (17/8). Mereka terus membanjiri  seputar areal Lapang Upakarti yang berdampingan dengan pusat perkantoran Pemkab Bandung. Bahkan banyak diantara pengunjung yang membawa bekal makanan untuk bersantap ria diseputar upakarti. “Setiap tahun saya datang ke lapang ini untuk nonton upacara Agustusan, sambil membawa anak-anak langsung makan ramai-ramai”, ucap Junaedi (48) warga Desa Sukanegara Kec Soreang.
     
    Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH., S.Ip dalam sambutannya, menekankan bahwa proklamasi kemerdekaan bukanlah tujuan akhir. Melainkan sebuah alat untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
     
    H. Dadang M. Naser mengajak warga untuk lebih memaknai kemerdekaan dalam pengertian yang lebih mendalam. Karena menurutnya, kemerdekaan bukan hanya membebaskan kita dari ketertindasan. Namun juga harus mendorong kita untuk bekerja keras, bekerja cerdas, inovatif, kreatif dan bekerja lebih baik lagi.
     
    Pada bagian lain, Bupati mengajak kepada seluruh warga untuk terus memupuk semangat kebersamaan dan sikap saling menghormati diantara kita. Nilai kebersamaan ini harus terus tumbuh dalam dada setiap bangsa Indonesia untuk mencegah timbulnya konflik yang bernuansa suku, agama dan ras (Sara).
     
    Upaya provokasi yang berfaham radikalisme yang akhir-akhir ini mulai muncul di tengah-tengah masyarakat. Faham ini menurutnya tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia serta ajaran agama Islam yang sebagian besar dianut oleh masyarakat diseluruh Nusantara. “Kabupaten Bandung  menolak keras faham radikalisme dan itu sudah kita deklarasikan oleh seluruh ormas Islam, tokoh masyarakat, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya”, kata H Dadang M. Naser.
     
    Pada kesempatan itu, Bupati H. Dadang M. Naser menyerahkan pula berbagai penghargaan dan piagam kepada sejumlah instansi, organisasi dan warga Kabupaten Bandung yang dinilai mampu memberikan kinerja terbaik dalam mengisi proses pembangunan di Kabupaten Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus