Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jabar Rancang Festival Internasional Di Tiga Zona Budaya

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9505.jpg

    BOGOR -- Jawa Barat telah menetapkan tiga zona bahasa dan budaya di Jawa Barat. Yaitu daerah Budaya Kacirebonan, Priangan dan Betawi. Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Barat  Deddy Mizwar berniat menggelar festifal kebudayaan internasional di Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Bogor Nurhayanti dan pejabat setempat di Hotel Lor In, Sentul, Bogor (18/8). 

    ”Kita akan mengadakan internasional culture festifal bertaraf internasional sesuai dengan tiga zona tadi. Semestinya di September tetapi karena gagal lelang lagi, sepertinya di Oktober,” Wagub membuka pertemuan.

    Dalam pertemuan tersebut wagub sengaja mengajak Franki Rade, seorang komposer dan music director guna menggali potensi budaya yang ada di Kab. Bogor. Salah satunya adalah pagelaran dongdang dan helaran yang digelar setiap tahun oleh Pemkab Bogor setiap peringatan Maulid Nabi dan HUT Kabupaten.

    “Saya ingin ada referensi-referensi yang kita dapatkan. Makanya saya mengajak (Franki) kemari. Jadi dongdang ini apa?. Kemudian bagaimana kita mengemasnya tetapai kita tetap tidak kehilangan identity. Jadi bagaimana mempromosikannya, serta keterlibatnya siapa saja. Sehingga bisa menciptakan internasional value. Jadi supaya ada kegiatan yang sepanjang tahun Jawa Barat mengadakan kegiatan kebudayaan dan produk-produk budaya” paparnya.

    Ide pagelaran festival internasional ini berkaca dari kesuksesan Jember, Probolinggo dan Banyuwangi di Jawa Timur yang sukses dengan festival budayanya. Terbukti, kesuksesan tersebut ikut menggerakan kesejahteraan dan pembangunan kota-kota tersebut.

    “Seperti Jember Festival, bagaimana dengan sebuah festival internasional. Jember sekarang menjadi sebuah kota yang luar biasa. Karena industri kreatifnya tumbuh dimana-mana. Kalau bicara itu kan hotel jalan, transportasi jalan, kuliner segala macam. Sampai sekarang di desanya tidak ada jalan-jalan yang rusak. Karena bagian dari area sebuah festival budaya. Bahkan di beberapa desa sudah muncul beberapa tempat pertunjukan. Bahkan ada sebuah bukit yang kosong sekarang sudah ditatanami sinngkong untuk jadi tape. Jadi kita dapat kiriman tape bukan lagi peuyeum Bandung lagi tapi peuyeum Jember,” terangnya.

    Karenanya dalam pertemuan yang dihadiri oleh Bakorwil Bogor, Eddy I.M Nasution, Biro Adm Pembangunan, Mohamad Arifin Soedjayana. Kasubag Perencanaan dan Program Disparbud Jabar, Iwan Darmawan, Wagub sangat berharap setiap kabupaten atau kota mulai berinisatif melakukan berbagai gebrakan kebudayaan seperti yang telah dilakukan oleh Kabupaten Bogor melalui pagelaran Dongdangnya. 

    Sehingga Pemprov bisa ikut mengembangkan potensi-potensi tersebut. Dan akhirnya ketika semua roda kehidupan masyarakat bisa ikut bergerak. Dengan adanya kunjungan wisatawan setiap tahun ke Jawa Barat.

    “Kita lihat disini bagaimana industri kreatif, pariwisata itu memegang peranan sangat penting buat menumbuhkan pemberdayaan ekonomi di masyarakat untuk kesejateraan. Kemarin saya rapat di Kadin dengan Pa Menteri,ternyata dari industri yang ada di Jawa Barat ini. Yang terbesar perputaran ekonominya adalah industri pariwisata. Walau tidak kelihatan tetapi menyangkut berbagai macam paspek yang bergerak dalam industri pariwisata,” pungkasnya.

    Ide pageralan budaya internasional itu akan dirancang berurutan seperti di Cirebon dengan budaya cirebonnya, Bandung dengan budaya priangannya, serta bogor yang memiliki budaya betawi. Sehingga setiap tahun akan ada terus pageralan internasional yang bisa menjadi destinasi wisata dunia. 

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus