Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Wagub: Ada Yang Menyalahi Aturan di Gunung Sindur

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9661.jpg

    KAB.BOGOR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar melakukan kunjungan ke area pertambangan pasir Gunung Sindur di Desa Pabuaran, Kec. Gunung Sindur, Kab. Bogor pada Selasa, (9/9). Pada kesempatan ini Wagub mengatakan bahwa ada sesuatu yang menyalahi aturan pada pertambangan ini, sehingga kemungkinan pertambangan ini akan ditutup.

    Saat mengunjungi area ini, Wagub tidak menemukan aktifitas pertambangan, namun ia menemukan satu alat berat yang tidak beroperasi terparkir di dekat pemukiman warga. "Yang jelas melihat kerusakannya seperti ini dan sepinya lokasi dan juga ada beko yang tersembunyi, ini ada sesuatu yang menyalahi aturan", tutur Wagub kepada wartawan usai kunjungan.

    Saat ini, kawasan pertambangan yang berubah menjadi danau buatan ini sebagian areanya telah rusak oleh aktifitas pertambangan yang diduga ilegal. Wagub pun berencana akan mereklamasi sebagian area tambang serta menelusuri data-data kegiatan pertambangan yang telah berijin, lalu akan ditentukan mana tambang yang ilegal. Apabila terbukti ilegal, maka pihaknya akan segera menghentikan aktifitas pertambangan dan dibawa ke jalur hukum.

    Saat meninjau area ini, Wagun pun sempat berdialog dengan warga sekitar yang menjadikan area pertambangan ini sebagai satu-satunya mata pencaharian mereka. "Ada sekitar 200-an penambang pak, di sini", tutur salah seorang warga kepada Wagub.

    Namun, warga pun terkesan menutupi fakta mengenai tambang ini. Hal ini terlihat ketika Wagub menanyakan kepemilikan dari alat berat yang tersembunyi di rerimbunan pohon bambu, namun tidak satu pun warga yang menjawab ataupun mengakui kepemilikan dari alat berat ini.

    Aktifitas pertambangan pasir ini tidak hanya merusak lingkungan alam, namun juga merusak kesehatan serta infrastrusktur di sekitar area, seperti akses jalan menuju ke area ini yang rusak parah akibat terlalu seringnya dilewati truk-truk besar bermuatan pasir. Untuk itu, keuntungan ekomoni yang didapatkan oleh masyarakat tidak akan sebanding dengan kerusakan alam dan lingkungan. 

    “Allah tidak tidur, Allah akan kasih jalan keluar. Daripada memberikan nafkah dengan rizki yang tidak halal, anak ibu tumbuh jadi pintar tapi rajin menipu," ungkap Wagub kepada warga saat berkeluh kesah mengenai masalah ekonomi yang dihadapi warga apabila pertambangan ini ditutup.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus