Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemkot Cimahi Kembangkan Sentra Industri Kecil

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9846.jpg

    CIMAHI-Kepala Bedan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Tetty Murtiwedani mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan dan indentifikasi terdapat beberapa sentra industry kecil di wikayah Kota Cimahi yang dapat dikembangkan oleh Pemerintah Kota Cimahi.

    “Saat ini, Pemerintah Kota Cimahi sedang mengembangkan sentra keripik singkong pedas di Kelurahan Setiamanah sebagai proyek percontohan pengembangan sentra industry kecil. Apabila dianggap berhasil, Pemerintah Kota Cimahi siap mengembangkan sentra indutrsi kecil lainnya,” kata Tetty  di Gedung Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi kepada wartawan.

    Sentra-sentra industry kecil yang dapat dikembangkan di Kota Cimahi, selain sentra keripik singkong padas di Kelurahan Setiamanah, adalah sentra industry boneka di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan berbatasan dengan Kampung Sayuran, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon. Sentra industry tempe di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah dan sentra industry batako di di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan.

    Berdasarkan data yang dihimpun jabarprov.go.id, Sabtu (4/10), di Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah terdapat 28 pengusaha keripik singkong pedas. Mereka tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Keripik Pedas Pojok Cimahi.

    “Selain memproduksi keripik singkong pedas, kami juga memproduksi aneka makanan lainnya seperti solondok, basreng, keripik kentang, batagor, gurilem dan makroni aneka rasa,” kata Ny. Widodo, salah seorang pengusaha keripik singkong pedas di RW 06 Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah Kepada jabarprov.go,id.

    Kehadiran industry keripik singkong pedas di Kelurahan Setiamanah membawa berkah bagi warga lainnya, antara lain dapat menampung tenaga kerja. Setiap pemilik industry keripik singkong pedas, rata-rata memiliki tenaga kerja paling sedikit dua orang. Para tenaga kerja tersebut adalah warga setempat.  (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus