Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Krisis Pangan Lebih Khawatir Daripada Krisis Energi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9922.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, bahwa krisis yang sangat dikhawatirkan oleh penduduk dunia adalah adanya krisis air dan pangan. Krisis air dan pangan ini lebih dikhawatirkan dibandingkan dengan krisis energi, karena air dan pangan adalah sesuatu yang langsung masuk kebadan kita.

    Hal demikian dijelaskan Heryawan, saat memberikan sambutan arahannya pada Upacara Peringatan Hari Pangan Se-Dunia, Jum'at (17/10) di Halaman Gedung Sate Bandung.

    Bahwa energi itu penting adalah iya, tapi yang lebih penting itu adalah air dan pangan, karena air dan pangan adalah langsung dimakan dan dirasakan oleh badan kita. Oleh karena itu, kita harus fokus mengelola air dan pangan dan harus akrab dengan pangan, ujar Gubernur.

    Tentu saja air dan pangan itu adalah harus sehat dan baik. Kita memakan dari pangan yang baik yang dihasilkan dari proses yang baik tanpa menggunakan hal-hal yang membahayakan kesehatan. Tapi dilapangan kenyataannya akan berbeda, bahwa pangan yang baik, seperti halnya buah-buah yang baik-baiknya saja yang dieskpor, sedangkan sisa exportnya dikonsumsi oleh kita. Karenanya, kita harus memikirkan kembali, bahwa yang diexpor itu adalah sisa yang telah dikonsumsi, harap Gubernur.

    Gubernur Heryawan meminta para kepala daerah untuk fokus dan serius mengelola pangan di Jawa Barat. Secara khusus meminta kepada Bupati Bandung untuk fokus mengelola tanaman kedele lokal Bandung.

    Dalam hal produksi pangan dalam arti padi, menurut Gubernur, bahwa Jawa Barat yang walaupun luas areal persawahan padi basah hanya sekitar 920 ribu hektar, tetapi tetap menghasilkan produksi yang terbesar di Indonesia.  

    Kalau rata-rata hasil produksi gabah per hektar Nasional hanya 4,9 Ton/Hektar, maka untuk Jawa Barat telah telah mencapai sekitar 6,04 ton/hektar.

    Kendatipun kita menjadi penghasil beras terbesar di Indonesia, namun kita ingin meningkatkan kesejahteraan para petani di Jawa Barat. Oleh karena itu, Gubernur ajak para pimpinan OPD dibawah koordinasi Sekda Prov. Jabar, para kepala daerah untuk lebih fokus mengelola pangan dalam rangkan terciptanya kedaulatan pangan, demikian harapan Gubernur.

    Pada kesempatan Hari Pangan Sedunia ini, Gubernur serahkan berbagai penghargaan dan kadeudeuh kepada tokoh masyarakat, kontak tani, para petani dan lainnya, yang berprestasi dan berjasa dalam mengembangkan pertanian/pangan di Jawa Barat.
     
    Usai acara resmi, Gubernur beserta Netty Heryawan meninjau stand-stand aneka dan variasi pangan dari OPD Lingkup Pertanian Provinsi dan Kab/Ko se-Jawa Barat.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus