Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Krisis Air Bersih, Warga Mengharap Bantuan Pemkot

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9934.jpg

    CIMAHI-Kamarau cukup panjang saat ini, membuat warga Kampung Babakan, RW 02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengalami krisis air bersih. 

    Warga setempat harus membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti untuk minum, memasak nasi, mencuci perabotan dapur dan untuk mandi.

    “Sumur milik saya, sudah tidak ada airnya. Untuk keperluan sehari-hari, paling sedikit saya harus membeli air bersih sebanyak 5 jerigen. Kalau begini terus, bisa repot,” kata Dadang, warga Kampung Babakan RW 02 Kelurahan Melong, Kecematan Cimahi Selatan, Kota Cimahi kepada jabarprov.go.id, Senin (20/10).

    Hal yang sama diakui oleh Wati, tetangga Dadang. Bahkan, karena banyak anggota keluarganya, setiap harinya Wati harus membeli air bersih sebanyak 12 jerigen. Dadang dan Wati membeli air berish dari penjual air bersih keliling dengan menggunakan roda didorong. Satu roda berisi 12 jerigen dan masing-masing jerigen berisi 30 liter air bersih.

    Dadang menjelaskan, dalam musim kemarau ini, warga RW 02 Kelurahan Melong, sudah hampir tiga bulan lamanya mengalami krisis air bersih. Sumur-sumur milik warga sudah mengering. Oleh karena itu, katanya, warga RW 02 sangat mengharapkan adanya bantuan air bersih dari Pemerintah Kota Cimahi.

    “Alhamdulillah hari Kamis tanggal 16 Oktober 2014 lalu, kami mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Cimahi. Sehari itu, saya tidak membeli air,” katanya.

    Dadang yang mengaku buruh pabrik tekstil di Wilayah Kecamatan Cimahi Selatan itu, merasa kewalahan ekonominya kalau setiap hari, harus membeli air bersih untuk keperluan sehari-hari. Pasalnya, harga air bersih yang dijual oleh penjual air bersih keliling, cukup memberatkan dirinya.

    “Harga satu jerigen yang isinya 30 liter Rp 2.000, bahkan ada yang menjual sampai Rp 2.500. Sehingga kalau setiap hari membeli paling sedikit 5 jerigen, untuk memenuhi kebutuhan air bersih saja, saya harus mengeluarkan uang Rp 10.000 sampai Rp 12.000. Kalau sebulan berarti antara Rp 300.000 sampai Rp 360.000,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus