Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Indonesia Layak Menjadi Poros Maritim Dunia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9939.jpg

    Jakarta - Visi Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan saat pidato pelantikkannya yakni menjadikan Indonesia berjaya di sektor kelautan dan maritim patut didukung sekaligus dikritisi. Keinginan Jokowi memperkuat pembangunan kelautan perlu diwujudkan, mengingat Indonesia dengan 70% wilayahnya berupa laut justru pembangunan di sektor kelautan dan maritim masih jauh tertinggal.

    "Sampai dengan era SBY selesai, Indonesia belum layak disebut sebagai negara maritim karena perekonomian, industri, serta perniagaannya belum betul-betul mengoptimalkan potensi laut", kata anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia di Jakarta, Selasa (21/10).

    Anggota DPR yang pada periode ini akan kembali duduk di komisi V itu berharap, Jokowi menampilkan cetak biru pelabuhan-pelabuhan laut sebagai pendukung rencana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pelabuhan-pelabuhan tersebut sebagai simpul-simpul pergerakan orang, barang dan jasa yang dengannya nilai ekonomi laut akan meningkat.

    Lebih lanjut Yudi mengatakan, jika ingin Indonesia berjaya di laut, maka kekuatan armada laut juga harus mantap. Bukan hanya menjaga pertahanan keamanan, namun juga kekayaan sumber daya laut Indonesia dari penjarahan pihak asing.

    Potensi kemaritiman Indonesia juga belum digarap optimal. Dalam hal perdagangan internasional misalnya, keuntungan posisi strategis Indonesia justru dinikmati Singapura karena kemampuan mereka memberi layanan memuaskan bagi kapal-kapal dagang yang melintasi perairan Nusantara.

    "Indonesia memiliki tiga buah alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) dengan potensi nilai perdagangan US$ 1,5 juta per hari. itu saja belum memberi manfaat secara ekonomi," tegas Yudi.

    Berdasarkan perhitungan FAO, nilai perekonomian dari laut Indonesia mencapai US$ 3-5 trilyun per tahun. Sayanganya kekayaan sumberdaya alam yang sangat besar itu dijarah asing. Nilai ikan yang dicuri nelayan asing dari wilayah Indonesia tidak kurang dari US$ 23 milyar per tahun.

    Oleh karena itu Yudi berharap, Jokowi bisa merealisasikan janjinya mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.

    Penguatan infrastruktur yang menunjang pembangunan ekonomi maritim, peningkatan sumber daya manusianya terutama nelayan dan masyarakat pesisir, serta penegakkan hukum di laut termasuk penguatan armada pengamanan laut merupakan pekerjaan rumah utama yang harus segera diselesaikan, pungkas Yudi.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus