Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gandjar Kurnia Terpilih Sebagai Ketua Sementara Dewan Kebudayaan Jawa Barat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9956.jpg

    BANDUNG-Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengadakan Rapat pembentukan Dewan Kebudayan bersama tokoh-tokoh Jawa Barat diantaranya para budayawan, seniman dan sastrawan seperti Aat Suratin, Arthur S Nalan, Abah Iwan, Franky Raden dan Yayat Hendayana, Jacob Sumardjo. di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Bandung, Rabu (22/10).  

    Hadir pula dari praktisi pendidikan, hukum dan yang lainnya seperti Gandjar Kurnia, Ina Pirianan, Asep Warlan, Miranda Risang, Iman Taufik dan Yesmil Anwar. 

    Dalam rapat yang berlangsung serius tapi santai ini diputuskan Gandjar Kurnia, yang merupakan Rektor Universitas Padjajaran (Unpad) sebagai ketua pelaksana sementara yang akan menyusun pengurus hingga agenda jangka pendeknya sampai akhir tahun ini.

    Menurut Wagub pembentukan dewan ini  setelah melalui mekanisme yang panjang. “Setelah satu tahun inisiatif pembuatan dewan kebudayaan akhirnya dewan ini bisa terbentuk melalui ketetapan Gubernur dan selanjutnya melalui rapat anggota untuk selanjutnya bisa menetapkan anggotanya tanpa campur tanggan pemerintah,” tutur Deddy membuka rapat tersebut.

    Mekanisme pemilihan Anggota sendiri setelah melalui seleksi dari sekitar 100 nama, kemudian 40 nama hingga akhirnya ditetapkan jumlah anggota Dewan Kebudayaan sebanyak  21 orang dari berbagai unsur. “Dari 21 anggota dewan kebudayaan ini diharapakan diawal november sudah tersusun kepengurusan serta rencana kerja,” ujarnya menambahkan.  

    Deddy juga menegaskan bahwa dewan kebudayaan yang sekarang ini berbeda dengan dewan kesenian yang sudah ada akan tetapi memiliki jangkaun yang lebih luas khususnya untuk perkembangan Jawa Barat. 

    “Dewan kebudayaan ini justru lebih luas jangkauan dalam pembentukannya. Tidak semata-mata produk budaya dalam kesenian. Tetapi melihat pertumbuhan dalam perkembangan budaya di daerah karena perkembangan pembangunan di daerah tersebut. Sehingga bisa memberikan masukan kepada gubenur. Salah satunya dengan rencana pembangunan infrastruktur yang dikhwatirkan terjadi perubahan kultural yang memarginalkan masyarakatnya,” terangnya menjelaskan fungsi dan peran Dewan Kebudayaan kedepannya.

    Para tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut semuanya sepakat dan mengatakan bahwa dewan Kebudayaan yang digagas memang memiliki peran penting dalam arus budaya global saat ini. Karenanya tugas Dewan ini nantinya adalah merumuskan titik awal atau landasan kebudayaan Jawa Barat itu seperti apa. Sehingga dikemudian hari jika terjadi penyimpangan arah pembangunan maka semua elemen bisa menata ulang dan meluruskan langkah sesuai dengan tujuan yang diinginkan. 

    Menurut Abah Iwan, layaknya seorang pengembara yang akan melakukan Back azimuth ketika tersesat dalam perjalannya.

    “Kalau Back to azimuth itu kembali lagi ke masa lalu. Sedang Back azimuth itu engga, itu kita berhenti disana kita periksa sudah sejauh mana kita menyimpang, kita koreksi, bikin arah baru. Apakah kita mundur sedikit atau membuat potongan. Nah inilah perlunya menentukan apa sih harkat martabat itu. Apa sih yang akan kita tegakan. Karena menurut saya jika kalau ukuran-ukurannya kita biarkan berkembang sesuai dengan pengaruh dari tren yang berlaku saat ini maka kita akan kehilangan arah,” ujar Seniman dan tokoh Wanadri ini.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus