Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    KTNA Akan Gelar Sarasehan 3 Bulan Sekali

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9957.jpg

    BANDUNG – Untuk memberdayakan dan mengakomodasi kebutuhan para petani di Jawa Barat, Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia (KTNA) Jawa Barat akan menggelar mimbar sarahsehan 3 bulan sekali. Hal ini terungkap dalam audiensi  antara kepengurusan KTNA Jawa Barat yang baru dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Ruang Sanggabuana, Gedung Sate, Bandung pada Rabu (22/10).

    Ketua KTNA Rali Sukari mengatakan bahwa sarasehan ini merupakan program jangka pendek kepengurusan KTNA yang baru. Hal ini merupakan ide dan masukan dari Gubernur Jawa Barat, sehingga Gubernur ingin adanya komunikasi intensif tentang kendala yang dihadapi dan sarana untuk mengakomoadasi kebutuhan para petani seperti kebutuhan pupuk dan penentuan harga pokok gabah, sehingga akan ada respon langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Bahkan dalam rangka tujuan jangka pendek adanya suatu tindak lanjut yang diwujudkan dalam bentuk mimbar sarasehan per 3 bulan satu kali untuk membahas permasalah dan respon dari pemerintah”, ungkap Rali usai pertemuan.

    Rali menambahkan pertemuan dengan Gubernur ini merupakan silaturahmi kepengurusan KTNA baru periode 2014-2019 yang baru terbentuk. Selain itu, Rali mengatakan program kerja KTNA yang dipimpinnya akan fokus dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan petani, melalui peningkatan produktifitas, kualitas, dan daya belinya.

    Untuk itu, selama 5 tahun ke depan Rali akan terus meningkatkan SDM para petani, melalui pelatihan-pelatihan seperti Pendidikan Pelatihan Petani Pedesaan Swadaya (P4S). KTNA pun akan selalu menjalin komunikasi dengan Pemprov Jabar sebagai mitra kerja dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan petani, serta mengakomodasi semua kebutuhannya.

    Pada kesempatan ini, Gubernur Ahmad Heryawan pun mengatakan agar komunikasi antara petani dengan Pemerintah dapat terus dipelihara dengan baik melalui teknologi atau kontak elektronik. “Kedepan mudah-mudahan lewat perkembangan teknologi yang ada kita bisa melakukan kontak kepada Poktan dan Gapoktan itu lewat kontak elektronik, baik lewat telepon seluler ataupun lewat internet. Bagus kalau KTNA Jawa Bara memiliki website”, harap Gubernur dalam pertemuan.

    Pada pertemuan yang turut dihadiri pada Kepala OPD rumpun pertanian ini, Gubernur berharap melalui sarana komunikasi ini akan ada diskusi dan tanya jawab, serta surat-menyurat, sehingga walaupun KTNA membidangi masalah pertanian, namun dikelola secara modern.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus