Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Revolusi Mental : Berani Menolak Korupsi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9977.jpg

    SUBANG-Anggota DPRD Kab Subang, Dede Warman mengingatkan kepada masyarakat supaya berani menolak apabila ada yang menawarkan pencairan Dana Asprasi dengan meminta imbalan. “Bapak Ibu harus berani menolak apabila ada yang menjanjikan membantu penyaluran bantuan aspirasi dewan tetapi dengan meminta imbalan atau dipotong. Apabila menjumpai segera laporkan,” ujarnya dalam sambutan Tahun Baru 1 Muharam 1436 H di RW 14 Kelurahan Karanganyar Subang, Sabtu malam (25/10).

    Dengan keberanian menolak, lanjut Dede. sama dengan bertindak memberantas modus tindak pidana korupsi. Dede mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud turut serta membangkitkan semangat Revolusi Mental dengan menampilkan kesenian bernafaskan Islam.

    Dede sebagai anggota dewan berpesan kepada masyarakat supaya ikut berperan dalam pembangunan di Kabupaten Subang.

    Pada kegiatan tersebut terlaksana atas kerihatinan pemuda Karang Taruna RW 14 Karanganyar atas pergeseran gaya hidup generasi muda yang hedonis. Diantaranya pergeseran gaya hidup yang dari kecil akrab dengan Al-Quran tetapi saat dewasa mulai melupakan Al-Qur’an. Keprihatinan tersebut diungkapkan dalam puisi yang dibawakan oleh tim Panitia.

    Penampilan lain bertema kritik sosial dilanjutkan oleh teater anak-anak pengajian yang menampilkan parodi acara “Uji Nyali” yang menggambarkan ledekan terhadap tema acara “Uji Nyali”.

    Pentas lainnya melantunkan Nadhom berbahasa Indonesia dan Sunda berisikan nasehat-nasehat dan pengingat untuk tetap akrab dengan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Penampilan lainnya ialah dari Ibu-Ibu Pengajian dari Masjid At-Taufik yang menampilkan kesenian Qasidahan dan Grup Nasyid Jubah Biru yang membawakan shalawatan.

    Keprihatinan lainnya ialah kurangnya perhatian pada Tahun Baru Hijriyah padahal mengandung semangat dengan nilai-nilai positif dalam mendukung pembangunan bangsa. Seperti diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Hendra Januar karena merasa tergugah dan tersentuh dikala Tahun Baru Masehi banyak yang merayakan, tetapi tatkala Tahun baru Umat Islam banyak orang yang melalaikannya. “Sedangkan semangat yang dikandung dalam Tahun Baru Hijriyah banyak memuat nilai-nilai positiif khususnya dalam Revolusi Mental," ujarnya.

    Hal sama diamini oleh Ketua Karang Taruna, Hikmat Ariana dan Ketua RW 14 Kelurahan Karanganyar Subang, Ayun Taufik yang mengapresiasi kegiatan pemuda yang bersinergi dengan aktifitas masjid yang membawa misi semangat rohani.

    Bagi Ayun, semangat muda layak diapresiasi dengan baik dan didukung dengan nyata. Sehingga fenomna saling curiga antara orang muda dan orang tua bisa dikikis dan berwujud saling mendukung untuk kepentingan masyarakat.

    Tema kegiatan yang diusung ialah “Momentum Perubahan Generasi Muda yang Dinamis, Berakhlak Mulia, Menjunjung Tinggi Nilai Agama dan Menjaga Moral Bangsa”.

    Acara puncak diisi dengan siraman rohani yang dibawakan Ustadzah Iis Mamah Salamah, S.Ag, M.Si yang menyampaikan semangat Hijriyah yang dilakukan Rasulullah SAW ialah perubahan menjadi lebih baik dengan hijrah mental dengan menunjukkan akhlak mulia. Kemudian hijrah fisik dari Mekkah menuju Madinah ketika suasana tidak mendukung.

    Unsur penting yang dilakukan Rasulullah SAW ialah Revolusi Mental dengan nilai-nilia Islam yang diimplementasikan berupa akhlak mulia.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus