Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Borondong Harus Bisa Go Internasional

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_9994.jpg

    BANDUNGKAB-BUPATI Bandung H.Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip berkeinginan untuk menjadikan produk-produk unggulan menjadi produk yang dapat diandalkan di pasar dunia. Saat ini menurut Dia, produk unggulan yang telah dihasilkan para UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kabupaten Bandung, seperti kerajinan tangan maupun produk makanan sudah banyak, namun belum dapat diandalkan.

    "Dibutuhkan sinergitas, keterpaduan dan bantuan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya agar produk unggulan para UMKM ini, bisa tembus di pasar internasional", ungkap Dadang Naser saat membuka Pameran Dinamika Kreativitas Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2014 yang dipusatkan di Terminal Cingcin Jl. Gading Tutuka, Desa Cingcin Kecamatan Soreang, Kamis (23/10/2014).

    Namun selain itu, menurut Dadang para pelaku usaha pun dituntut mampu meningkatkan dan menjaga kualitas produksinya, mempunyai kreatifitas serta berinovasi saat mengemas produknya.

    "Saya sangat ingin produk-produk kerajinan dan makanan khas wilayah kita bisa go internasional.Untuk mencapai hal itu tentunya diperlukan kreatifitas dan inovasi dari si pelaku usahanya sendiri, misalnya bagaimana cara mengemas makanan Borondong, agar makanan khas kecamatan Ibun ini menarik dan memiliki cita rasa yang kreatif sehingga bisa mendunia", ujar Dadang Mochamad Naser.

    Dalam kesempatan itu, Ia pun menghimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pameran, hendaknya dapat memanfaatkan momentum yang strategis tersebut. Karena menurutnya, pameran dapat dijadikan ajang promosi produk unggulan daerah dan mengenalkan berbagai peluang usaha maupun investasi yang ada di Kabupaten Bandung.

    "Kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau peluang kemitraan bisnis dan investasi baru dalam mengembangkan produk unggulan para pelaku usaha Kabupaten Bandung", harapnya pula.

    Sementara Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Pengembangan Sistem Informasi (BAPAPSI) Kabupaten Bandung, Slamet Mulyana, SH, M.Si mengatakan kegiatan pameran ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 23 Oktober hingga 2 Nopember 2014.

    "Kegiatan bertujuan untuk mensosialisasikan seluruh program OPD dan menjadi media informasi, transaksi, edukasi dan rekreasi untuk masyarakat", jelas Slamet Mulyana

    Dikatakan Slamet, sebanyak 31 Kecamatan dan 28 OPD yang terkait dengan pelayanan masyarakat, ikut serta dalam event tahunan tersebut. Selain diikuti unsur OPD dan kecamatan, kegiatan ini melibatkan BUMN/BUMD (BPJS, PDAM, PD BPR), Perbankan (BJB Syariah dan Bank BRI), perusahaan swasta, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban JAKHARA (Jajanan Khas Rakyat) serta kelompok UMKM.

    Slamet Mulyana menjelaskan layanan langsung kepada masyarakat diantaranya adalah terkait dengan pelayanan seperti akte kelahiran, perpanjangan SIM/STNK, layanan bergerak IT (M-Cap), pelayanan pembuatan sertifikat tanah, Mobil Pintar (Perpustakaan), Mobil Layanan Kesehatan, Perijinan Usaha, Pembuatan Kartu Kuning, Kuliner Kelompok PKL. "Sementara untuk menghibur warga saat berkunjung di pameran, kita juga akan menggelar Festival Pertunjukan Rakyat", ucap Slamet.

    Pameran dihadiri, Wakil Bupati Bandung, H.Deden Rukman Rumaji, M.AP, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Ir.H.Sofian Nataprawira, MP, unsur pimpinan FKPD (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bandung, Hj.Windar Sofian.

    Pembukaan pameran turut dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional diantaranya Sisingaan yang dibawakan oleh anak-anak PAUD dari kecamatan Ciparay, kesenian angklung oleh siswa-siswi SDN 4 Soreang, serta Tim Karinding Sukma Raksa, dari Bojongkoneng Kecamatan Soreang.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus