Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

potensi daerah

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Potensi Pariwisata

    Objek Wisata Budaya Kampung Naga

    Kabupaten Tasikmalaya
    https://jabarprov.go.id/assets/data/potensi/102_13755209-camera-over-film-stripe-over-gray-bac
    • Ikhtisar »
    • Transportasi »
    • Penginapan »
    • Restoran »
    • Cindera Mata »
    • Event »
    • Galeri Foto »
    • Galeri Video »

    Kampung Naga

    http://www.jabarprov.go.id/jabar/files/Kampung Naga8.jpghttp://www.jabarprov.go.id/jabar/files/Kampung Naga.jpghttp://www.jabarprov.go.id/jabar/files/Kampung Naga3.jpg
    Lokasi Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya + 500 M pinggir Jalan Propinsi Jurusan Tasikmalaya - Bandung lewat Garut. Jarak dari Tasikmalaya + 30 Km diapit oleh perbukitan membujur dari Timur Ke Barat.
    Berdasarkan keterangan  bahwa sejarah Kampung Naga ditulis pada sebuah buku dalam bahasa Sansekerta (sansekrit) namun disayangkan bahwa pada sebuah buku peristiwa pembakaran Kampung tersebut oleh G.K.S. sekitar tahun 1956, musnah terbakar termasuk benda -benda Sakral berupa alat-alat senjata yang disimpan di Bumi Ageung dan beberapa yang disimpan oleh para penduduk. Mengungkap sejarah Kampung Naga tanpa berdasarkan/berpegang kepada buku itu oleh Kuncen yang sekarang bernama Saudara Sutija dianggap pelanggaran terhadap keturunan (karuhun).
    Yang dimaksud karuhun adalah Sembah Dalem Singaparna yang dimakamkan di komplek Kampung Naga sebelah barat, disebelahnya terdapat 3 makam lainnya yang tidak diketahui namanya dikelilingi pohon – pohon berumur ratusan tahun yang lebat diatas sebuah bukit.
    Sedikit yang bisa diceritakan tentang keturunan Sembah Dalem Singaparna beliau mempunyai 6 saudara laki – laki yaitu :
    1.       Rd. Kagok Katalayah Nu Lencing Sang Seda Sakti
    Dimakamkan di daerah Taraju Kabupaten Tasikmalaya di warisi Kawedukan (kekebalan).
    2.        Ratu Kuncung Kudratullah Dimakamkan di Karanggunung Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, disebut Eyang Mudik Batara Karang diwarisi Kebedasan (kekuatan phisik).
    3.        Pangeran Mangkubawang Dimakamkan di Mataram (yogyakarta) diwarisi Kepercayaan keduniawian (kekayaan).
    4.        Sunan Gunung Jati, Kalijaga Dimakamkan di daerah Cirebon diwarisi   pengetahuan pertanian.
    5.        Sunan Gunung komara Dimakamkan di daerah banten diwarisi    Kepercayan dan Kepintaran.
    6.        Pangeran Kudratullah Di makamkan di daerah Gedong Kabupaten Garut diwarisi Pengetahuan agama Islam.
    Untuk mendapatkan bahan – bahan authentik pada kira – kira tahun dua puluhan Buku Sejarah tersebut diatas pernah dibawa ke Musium di Jakarta kemudian duplikatnya ada disana.
    Keadaan sekarang sudah jauh berubah artinya terbuka bagi orang luar untuk berkunjung tapi dalam hal tradisi bagi lingkungan penduduk disana masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Banyak diantaranya yang sudah mengembara diluar daerah juga telah terjadi perkawinan campuran.

    KEBUDAYAAN
    Adat sampai sekarang masih dipertahankan pengaruh Kuncen sebutan Kokolot mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bulan-bulan tertentu diisi dengan upacara-upacara tradisional. Disini nampak pengaruh Agama Islam faktor utama adalah Ziarah ke Makam Sembah Dalem Singaparna disebutnya Hajat Sasihan.
    -        Bulan Muharam :
                   Diadakan pada tanggal 27 Muharam merupakan Upacara Pengantian Tahun.
    -        Bulan Mulud :
          Diadakan pada Tanggal 12 Maulud merupakan Upacara membersihkan benda-benda, senjata-senjata dan 4 belah keris yang dianggap sakral baik yang ada di Bumi Ageung sisa yang dibakar GKS maupun yang disimpan penduduk. Pada Upacara itu dibawa dalam buku beralas daun pisang dibawahnya diisi beras.
    -        Bulan Jumadil Akhir :
          Diadakan pada tanggal 16 dan 17 Jumadil Akhir merupakan Upacara Ngikis (memagari) Makam Sembah Dalem  Singaparna.
    -        Bulan Puasa :
          Diadakan Sabada Ied.
    -        Bulan Rayagung :
    Diadakan pada tanggal 10 Rayagung.
    Mengenai tanggal-tanggal tersebut diatas dapat berubah mengingat dapat dilakukan pada hari-hari tertentu yaitu :
    Mi
    nggu, Senin, Kamis, Jum;at sedankan hari-hari lainnya tidak boleh dipakai (tabu).
            Pada upacara-upacara tersebut diatas pokok upacara adalah ziarah dan setelahnya baru upacara lainnya. Tidak semua turut dalam upacara ziarah malah kaun wanitanya tidak boleh. Pemimpin upacara Kuncen pakaian ditentukan secara Khusus ;
    a.       Jubah Putih;
    b.       Ikat Kepala (totopong) pemakainnya sehari-hari penduduk Kampung Naga Pakai ikat Kepala (iket);
    c.       Bersarung;
    d.       Tali Pinggang Putih setiap upacara didahului dengan keramas. Hal-hal yang dilarang pada waktu ziarah adalah :
    -          Memakai kaos dalam/celana dalam
    -          Memakai perhiasan

    PERUMAHAN
    Menarik sekali bentuk dan konstruksi perumahan semua satu type. Rumah panggung, dinding dari bambu (seseg), atap injuk ukuran hampir sama menghadapi kedua arah ke Selatan atau ke Utara. Bentuk perumahan dan material yang dipergunakan lain dari pada itu tidak boleh (tabu).
    http://www.jabarprov.go.id/root/pawon/ville.jpghttp://www.jabarprov.go.id/root/pawon/ville2.jpghttp://www.jabarprov.go.id/root/pawon/ville4.jpg
    Seperti tidak boleh pakai genting, jurei, tidak boleh mempunyai alat-alat perabotan rumah tangga seperti Meubel dan pada Bulan Mulud tidak boleh melakukan perbaikan rumah. Tamu-tamu tidak diterima di serambi depan dengan beralasankan tikar jadi tidak nampak sama sekali perbedaan ekonomi yang miskin dan kaya. Faktor kemewahan dianggap akan merusak kehidupan.

    KEHIDUPAN SEHARI-HARI
    Umumnya hidup dari hasil pertanian yang sebagian besar di komsumsi sendiri. Disamping itu dari hasil kerajinan tangan anyam-anyaman boboko, topi dan dudukuy galabang untuk perkebunan  akan dijual belikan sampai jauh keluar daerah. Sepintas lalu sosial ekonomi relatif lebih rendah dari penduduk kampung lain disekitarnya tapi kenyataannya tidak demikian.

    http://www.jabarprov.go.id/jabar/files/kampung adat naga a.jpghttp://www.jabarprov.go.id/jabar/files/Kampung Naga6.jpghttp://www.jabarprov.go.id/jabar/files/kebudayaan kamung naga a.jpg

    CARA BERPAKAIAN
    Bagi Kampung Naga berlaku larangan berpakian baju kurung dalam bentuk apapun, tidak boleh bersepatu dan  bersandal. Bagi kaum pria pakai iket dan tidak boleh berambut panjang (kecuali wanita). Bagi pengunjung dari luar tidak berlaku ketentuan tersebut.

    HAL YANG DIANGGAP TABU
    Disamping hari-hari tertentu yang tidak boleh dipergunakan soal perumahan , pakaian dan  tidak boleh menyebut Singaparna nama Kecamatan di Kabupten Tasikmalaya. Mereka menyebut Galunggung hal tersebut dihubungkan dengan nama Sembah Dalem Singaparna.

    BENDA-BENDA SAKRAL
    Berupa senjata-senjata yang disimpan di Bumi Ageung, sebagian habis terbakar pada waktu pembakaran Gerakan Karto Suwiryo (GKS).

    KESENIAN
            Ada beberapa jenis kesenian yaitu :
    1.       Tembang gembrung umumnya terdiri dari 2 orang tiap irama diikuti nyanyian-nyanyian bahasa Sunda atau Jawa yang isinya berupa pepatah pada upacara Selametan diselingi Ibing.
    2.       Tembang sajak terdiri dari 5 orang seperti Reog.
    3.       Angklung, angklung buhun rombongan antara 15-20 orang. Ada indung, engklak, dsb. Alat tabuhan lain dilarang (Tabu) antara lain: kendang dan gong.
    4.       Pesta / Hiburan Rakyat:
            
    a.       Lauk Kicuhan : upacara marak di kali
             ?
    b.       Ngabagong : Dahulu khusus untuk “Seba” kepada Bupati dengan memakai “jampana”, sekarang tidak demikian, tapi biasa memeriahkan hari-hari nasional bersejarah.
    Kuncen merupakan  kokolot yang langsung memimpin penduduk, tapi taat terhadap pemerintah. Dalam hal ketaatan ini, menunjukkan kelebihan dari daerah-daerah lainnya, hal ini berkaitan dengan adanya falsafah hidup warisan karuhun:
    PARENTAH GANCANG LAKONAN
    PANYAUR GEURA TEMONAN
    PAMUNDUT GANCANG GAOSAN
           Luas areal Kampung Naga + 1,5 ha terdiri dari 102 kepala keluarga jumlah penduduk 325 jiwa.
    Sumber Artikel (Dispudpar Kab Tasikmalaya)

    Peta Lokasi