Badaya Jadi Ruang Apresiasi Seniman Sunda Kota Bandung

Diterbitkan

Senin, 26 Oktober 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

77 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Utama Ngabudaya (Badaya) di Babakan Ciparay, Minggu (25/10/2026), untuk mengapresiasi seniman sekaligus melestarikan kesenian Sunda di tengah masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, seni menjadi ekspresi budaya yang perlu dijaga melalui ruang pertunjukan dan kesempatan berkarya bagi para seniman.

“Sebetulnya, budaya itu masuk ke dalam jiwa kita, masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan kita melalui nilai dan norma. Namun, ekspresi yang paling terlihat dari budaya adalah seni. Karena itu, kita harus menghargai seni,” ujar Farhan.

Untuk mendukung keberlangsungan kesenian tradisional, Farhan berencana menghidupkan kembali Gedung Kesenian Rumentang Siang sebagai ruang pertunjukan rutin bagi seniman.

Rencana tersebut mencakup empat jenis kesenian, yakni wayang golek, jaipongan, pencak silat, dan Kembang Sunda yang akan ditampilkan secara terjadwal.

“Pokoknya, Rumentang Siang kita penuhi setiap Minggu. Setuju?” ucapnya saat menyampaikan rencana tersebut.

Farhan menjelaskan, pertunjukan wayang golek direncanakan berlangsung sebulan sekali, sedangkan jaipongan dan Kembang Sunda akan melalui proses seleksi.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait memperhatikan dukungan anggaran agar rencana penyelenggaraan pertunjukan rutin tersebut dapat direalisasikan.

Badaya Perluas Apresiasi Budaya Sunda

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, Badaya menjadi sarana untuk memperkenalkan, mengapresiasi, dan melestarikan seni budaya yang berkembang di masyarakat.

“Kegiatan Badaya kita laksanakan di tiga wilayah. Wilayah Bandung Timur sebelumnya dilaksanakan di Kelurahan Rancasari, kemudian wilayah Bandung Tengah di Kecamatan Sumur Bandung, dan hari ini wilayah Bandung Barat di Kecamatan Babakan Ciparay,” kata Adi.

Pelaksanaan di tiga wilayah tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal keragaman potensi seni budaya di berbagai kawasan Kota Bandung.

Adi berharap Badaya dapat diperluas pada tahun mendatang dan menjadi bagian dari kalender pariwisata Kota Bandung untuk menarik wisatawan sekaligus menyediakan hiburan bagi warga.

“Dengan demikian, Badaya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus menjadi hiburan bagi warga di sekitarnya,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Heri Hermawan turut mengapresiasi kegiatan tersebut, terutama karena kawasan Bandung Kulon, Babakan Ciparay, dan Bojongloa Kidul memiliki banyak pelaku seni.

“Ngabudaya ini sangat luar biasa karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Heri.

Heri berharap Badaya terus diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan kepada seniman sekaligus menjadi agenda budaya yang menarik kunjungan masyarakat.

“Masih banyak potensi luar biasa di Kota Bandung terkait dengan budaya Sunda. Mari kita lestarikan budaya Sunda karena merawat budaya Sunda merupakan tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Melalui Badaya dan rencana pengaktifan kembali Rumentang Siang, Pemkot Bandung berupaya memperluas kesempatan pentas bagi seniman serta menjaga agar kesenian Sunda tetap dikenal dan berkembang.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait