PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menggelar simulasi evakuasi mandiri di Rusunawa Cingised, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan di Kelurahan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, tersebut melibatkan warga dalam simulasi sekaligus pembuatan film pendek berjudul "Ada Apa di Cingised".
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, simulasi bertujuan meningkatkan kemampuan warga menyelamatkan diri ketika bencana terjadi.
"Makin banyak warga Bandung yang punya kapasitas menyelamatkan diri, itu makin baik. Karena 95 persen orang selamat dari bencana, itu adalah kapasitas masyarakatnya," ujar Didi.
Kegiatan melibatkan pengelola Rusunawa, warga, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rusunawa, mahasiswa STIKes Dharma Husada, serta sejumlah tim pendukung.
Rusunawa Cingised dipilih karena pengelola memiliki kewajiban membekali warga dengan pengetahuan keselamatan bencana dan siap menjadi mitra BPBD.
"Jadi ini benar-benar bertemu di dalam satu simpul," katanya.
Didi menyebut, keselamatan warga dipengaruhi kerentanan lingkungan dan kapasitas masyarakat menghadapi kondisi darurat secara tepat.
Kerentanan lingkungan mencakup kualitas struktur bangunan atau permukiman, sedangkan kapasitas masyarakat menentukan kemampuan merespons ancaman bencana.
Terkait sebaran abu vulkanik, Didi mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan selama kondisi tersebut masih berdampak.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak selama abu vulkanik masih berpengaruh.
Didi berharap simulasi serupa dapat digelar di wilayah lain agar seluruh warga memahami langkah keselamatan dan membangun budaya tangguh bencana.
Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung turut mendampingi pelaksanaan simulasi untuk membantu warga memahami tindakan yang perlu dilakukan saat keadaan darurat.
Sabila Putri, salah satu mahasiswa peserta, menilai edukasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana penting untuk memperluas pengetahuan masyarakat.
"Menambah ilmu dan juga wawasan untuk warga-warga Bandung khususnya," ujarnya.
Sabila berharap kegiatan tersebut terus memberikan manfaat positif bagi masyarakat melalui peningkatan pemahaman menghadapi berbagai risiko bencana.
Mahasiswa lainnya, Muhammad Dafi Firmansyah, menilai simulasi berlangsung menarik sekaligus membantu warga memahami jalur evakuasi dan titik kumpul.
"Menambah hal positif bagi warga, biar semua pada tahu," katanya.
Dafi berharap kegiatan BPBD terus berkembang sehingga masyarakat semakin memahami risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan berbagai bencana.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)