Buktikan Kualitas SMKN 1 Cimahi, Alumni Dukung Program Sekolah Manusia Unggul

Diterbitkan

Jumat, 29 Mei 2026

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

376 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA CIMAHI -  SMKN 1 Cimahi kembali membuktikan reputasinya sebagai sekolah vokasi unggulan yang konsisten melahirkan sumber daya manusia berkualitas dari masa ke masa. Salah satunya datang dari kisah Dudi Kusmawan, alumni jurusan teknik transmisi lulusan 2008 yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang CEC Philips Teckwah Bandung.

Bagi Dudi, nama SMKN 1 Cimahi sudah memiliki reputasi besar, bahkan sejak masih bernama STM Pembangunan. Saat duduk di bangku SMP, ia melihat sekolah tersebut sebagai tempat lahirnya lulusan-lulusan sukses yang mampu bersaing di dunia kerja nasional hingga internasional.

“Dulu, masuk STM Pembangunan itu favorit sekali. Bukan hanya di Cimahi atau Jawa Barat, tapi juga dikenal secara nasional. Banyak orang ingin masuk ke sini karena lulusannya memang terbukti berhasil,” ujarnya.

Berasal dari keluarga sederhana, Dudi memilih SMK karena ingin segera mandiri setelah lulus sekolah. Ia mengaku, proses masuk ke SMKN 1 Cimahi saat itu sangat ketat dengan standar akademik tinggi. Namun, perjuangan tersebut terbayar ketika ia merasakan langsung kualitas pendidikan yang diberikan sekolah.

Menurutnya, kekuatan utama SMKN 1 Cimahi terletak pada fundamental ilmu dan pembentukan karakter siswa. Selama empat tahun menempuh pendidikan, ia mendapatkan dasar keilmuan yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga memudahkannya beradaptasi saat memasuki dunia kerja.

“Ilmu dasar yang diajarkan di sekolah benar-benar dipakai di perusahaan. Jadi, ketika masuk dunia kerja, kami tidak kaget karena sudah punya fondasi yang kuat,” katanya.

Perjalanan karier Dudi dimulai dari program praktik kerja lapangan (PKL) di Batam selama satu tahun. Setelah itu, ia memulai karier dari posisi paling bawah sebagai tenaga harian di perusahaan penanaman modal asing. Berkat kemampuan adaptasi dan bekal yang diperoleh selama sekolah, ia berhasil menapaki jenjang karier hingga dipercaya menduduki posisi senior manajer.

Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya hubungan SMKN 1 Cimahi dengan dunia industri. Bahkan, saat menjalani PKL, kemampuan siswa SMKN 1 Cimahi disetarakan dengan lulusan diploma dari institusi lain.

“Waktu PKL dulu, kami disamakan dengan lulusan D1 dan D3. Bahkan, beberapa teman saya sesama alumni sekarang juga memegang posisi penting di perusahaan nasional maupun multinasional,” ungkapnya.

Ia pun sangat menyambut positif program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Baginya, program tersebut sejalan dengan kultur kualitas yang sejak lama sudah dimiliki SMKN 1 Cimahi.

“Kalau ingin sekolah unggul, input siswanya juga harus unggul. Proses pembelajarannya harus kuat, standar akademiknya tinggi, dan karakter siswa juga dibentuk. Jadi, output-nya benar-benar berkualitas,” tuturnya.

Selain kualitas akademik, Dudi menilai, kultur sekolah yang disiplin dan standar kelulusan yang tinggi menjadi salah satu alasan lulusan SMKN 1 Cimahi mampu bersaing di dunia kerja. Bahkan, menurutnya, tantangan selama sekolah terkadang lebih berat dibandingkan proses masuk ke perusahaan.

“Dulu ada istilah ‘masuk susah, keluar juga susah’. Tapi, justru karena standar sekolah tinggi, saat masuk dunia kerja kami jadi lebih siap,” ungkapnya.

Hampir dua dekade setelah lulus, Dudi mengaku, nilai-nilai yang ditanamkan SMKN 1 Cimahi masih terus ia pegang hingga sekarang. Baginya, sekolah bukan sekadar tempat belajar keterampilan, tetapi ruang pembentukan karakter, kemandirian, dan mental bertahan hidup.

“Saya sangat mendukung program Sekolah Manusia Unggul. Karena, dari sekolah seperti inilah kesuksesan bisa tercapai dan kehidupan bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Apun)

Editor: Revo

Berita Terkait