
PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Perum Buloh Divre Jabar memastikan stok atau persediaan beras di gudang Bulog wilayah Jabar,menjelang Natal dan Tahun Baru masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Kepala Bulog Jabar Faia menyebutkan saat ini stok di gudang Bulog Jabar mencapai 55 ribu ton bahkan masih dapat terus bertambah karena pengadaan gabah masih dilakukan.
" Dengan stok yang ada tersebut, kesiapan ketersediaan beras masih cukup aman untuk lima bulan kedepan. Jadi Nataru stok beras aman dan harga bisa terkendali," ujarnya, Kamis (15/12/2022).
Ia mengatakan dalam sebulan, beras yang ada dalam pengawasan Bulog, dikeluarkan untuk kebutuhan masyarakat sebanyak 10 ribu ton. Dengan kondisi itu maka stok yang ada cukup untuk 5 bulan.
Bahkan menurutnya dengan stok yang ada saat ini, Bulog Jabar masih bisa mengirimkan beras ke wilayah luar Jabar, terutama ke wilayah defisit beras.
Apalagi meski musim panen sudah berakhir, masih ada beberapa wilayah yang panen. Pengadaan gabah setingkat beras di Jabar pun masih saja ada. Dengan perkiraan musim tanam dilakukan bulan Desember atau selambatnya Januari, maka panen awal akan mulai terjadi pada bulan Maret 2023.
"Tetapi memang karena masa paceklik, rentan dengan kenaikan harga. Sehingga Bulog akan tetap melalukan kegiatan Operasi Pasar terukur, sesuai permintaan. Tujuannya untuk stabilisasi harga," tegasnya.
Realisasi pengadaan beras di wilayah Bulog Jabar sendiri mencapai 135 ribu ton. Pengadaan tahun ini, menurut Faisal termasuk yang terbaik.
Ia menambahkan, stok beras saat ini pun masih bisa dipakai untuk keperluan bencana alam. Seperti gempa di Cianjur, pihak pemerintah setempat sudah meminta pengadaan bantuan beras sebanyak 100 ton.
"Permintaan ada, kami siap kirimkan sesuai permintaan pemda. Tidak sekaligus karena harus menyesuaikan data penerimanya. Yang pasti stok masih sangat aman," jelasnya.