PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Deti Hendarti Kepala Ruang Bersalin RSUD Bandung Kiwari membagikan pengabdian 23 tahun menjelang Hari Bidan Nasional untuk inspirasi layanan ibu
Motivasi menjadi bidan muncul sejak kecil setelah melihat bidan lingkungan melayani posyandu penuh kepedulian masyarakat setempat
Deti menempuh pendidikan Poltekkes Kemenkes Bandung tahun 1999 dan mulai bertugas di rumah sakit sejak 2003
Rumah sakit tempatnya bertugas berkembang dari Rumah Sakit KAI menjadi RSUD Bandung Kiwari saat ini
Deti menjelaskan bidan mendampingi perempuan dari bayi hingga menopause termasuk kehamilan persalinan dan keluarga berencana
Selain pelayanan medis bidan sering menjadi tempat curhat pasien terkait keluarga ekonomi dan kesehatan mental
RSUD Bandung Kiwari menerima pasien komplikasi persalinan rujukan dari puskesmas dan fasilitas kesehatan lain setempat
Deti menyebut tantangan bidan di daerah terpencil masih berat termasuk akses transportasi dan penolakan keluarga
Audit maternal menunjukkan minimnya dukungan suami menjadi faktor risiko kematian ibu pada banyak kasus terjadi
Deti mengajak suami lebih peduli terhadap ibu hamil melalui dukungan penuh selama masa kehamilan keluarga
"Sayangi istri dengan sepenuh hati, terutama saat hamil. Bantu pekerjaannya, perhatikan kebutuhan gizinya, dampingi saat kontrol kehamilan, dan berikan ketenangan karena kondisi psikologis ibu sangat berpengaruh terhadap kesehatan bayi," pesannya.
Menurutnya pencegahan stunting dimulai sejak kehamilan melalui perhatian gizi dan kesehatan ibu secara rutin terpadu
Deti mengingatkan ibu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin di fasilitas kesehatan untuk deteksi risiko dini lebih
Deti berpesan mahasiswa kebidanan menguasai ilmu medis sekaligus membangun empati dan kemampuan komunikasi yang baik
Bidan di seluruh Indonesia diajak memperkuat kolaborasi untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi secara bersama
Direktur RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman mengapresiasi dedikasi bidan dalam pelayanan kesehatan ibu anak nasional
"Di balik setiap tangis pertama seorang bayi, ada tangan-tangan tulus seorang bidan yang bekerja dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan pengabdian. Bidan tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, harapan, dan kebahagiaan bagi setiap keluarga," ujar Arief.
Momentum Hari Bidan Nasional menjadi pengingat pentingnya peran bidan dalam pembangunan kesehatan bangsa secara luas
"Terima kasih kepada seluruh bidan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mengawal lahirnya generasi penerus bangsa. Selamat Hari Bidan Nasional. Teruslah menjadi cahaya bagi setiap kehidupan baru yang lahir di negeri ini," tutupnya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)