Digelar di Bulan Ramadan, Cap Go Meh Bogor Street Festival 2026, Tetap Berlangsung Meriah

Diterbitkan

Kamis, 5 Maret 2026

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

1,3 rb kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BOGOR -  Hujan deras yang turun di Kota Bogor, Selasa 3 Maret 2026 tak menyurutkan animo masyarakat menyaksikan acara puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival 2026. Mengangkat tema 'Harmony in Diversity', kegiatan berlangsung meriah di sepanjang Jalan Suryakencana.

Berbeda dari biasanya, kali ini rangkaian acara diadakan pada malam hari sehubungan dengan berlangsungnya ibadah puasa dan salat tarawih di bulan Ramadhan. Meski demikian warga tetap antusias menyaksikan parade budaya mulai dari Barongsai dan Liong khas Tionghoa, hingga Sisingaan yang merupakan karya budaya masyarakat Sunda.

"Alhamdulillah malam ini di tengah hujan dan juga masih dalam suasana berbuka puasa, kita masih bisa berkumpul merayakan salah satu ekspresi budaya yaitu Cap Go Meh. Ini merupakan satu bukti bahwa Indonesia meskipun berbeda-beda, tetapi budaya tetap mempersatukan kita semua. Perbedaan bukan ancaman, tapi justru mengeratkan kita," kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

"Semoga kebudayaan kita semakin maju dan kami harapkan Cap Go Meh 2026 ini menjadi momen yang selalu merekatkan kebersamaan masyarakat," tambahnya.

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh Bogor Street Festival tahun ini digelar sejak Minggu 1 Maret 2026. Selain parade budaya, berbagai agenda lain dilaksanakan mulai dari bazzar UMKM, buka puasa bersama, hingga santunan untuk 400 anak yatim.

Meski dibalut tradisi Tionghoa, sejatinya Cap Go Meh Bogor Street Festival bertujuan sebagai wadah silaturahmi antar umat beragama dan suku bangsa. Nilai-nilai tersebut sesuai dengan tagline utamanya yaitu 'Ajang Budaya, Pemersatu Bangsa'

Hadirnya Cap Go Meh Bogor Street Festival turut diapresiasi oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya ini menjadi ajang pemersatu budaya, dan dirinya terinspirasi untuk menggelar karnval Pajajaran di Kota Bogor.

"Terima kasih kepada yang telah hadir di acara ini. Seni dapat menyatukan manusia. Dengan seni, kita hidup tanpa membedakan kasta. Dengan seni, kita mempunyai rasa. Dan dengan seni, kita bisa menghadirkan kebahagiaan. Semoga karnaval ini bukan menjadi karnaval yang pertama, dan nanti saya minta kepada Wali Kota Bogor (Dedie Rachim) mulai tahun ini ada satu lagi karnaval yaitu Karnaval Pajajaran," ungkapnya.

Selaku tuan rumah, Wali Kota Bogor mengaku bangga Cap Go Meh Bogor Street Festival berhasil dilaksanakan secara meriah. Menurutnya konsistensi pelaksanaan acara ini merupakan wujud komitmen masyarakat dan pemerintah kota dalam menjaga toleransi di tengah keberagaman. Dirinya berpesan agar momentum ini menjadi semangat masyarakat dalam mempersatukan kekuatan dalam perbedaan.

"Ini bentuk komitmen dari masyarakat Bogor, khususnya dalam menguatkan toleransi, merawat keberagaman, dan mempererat silaturahmi antar umat beragama serta seluruh unsur masyarakat di Kota Bogor," ucapnya.

Atas konsistensi itulah, Cap Go Meh Bogor Street Festival terpilih menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang merupakan program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (Apun)

Editor: Revo

Berita Terkait