PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menjangkau 70 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) melalui penyisiran jalan hingga gang kecil.
Penjangkauan berlangsung 14 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga 15 Agustus 2026 pukul 03.00 WIB.
Kepala Dinsos Kota Bandung Yorisa Sativa mengatakan operasi melibatkan lebih dari 70 personel dari berbagai perangkat daerah.
“Untuk kali ini ada hal yang lain, yaitu bukan hanya jalan-jalan besar saja tetapi kita juga menyisir juga jalan-jalan yang lebih kecil ukurannya,” kata Yorisa, 15 Agustus 2026.
Personel tersebut berasal dari Dinsos, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta perangkat daerah terkait.
Kegiatan juga melibatkan pilar sosial, pekerja sosial masyarakat, dan Unit Sosial Response (USR) untuk memperluas jangkauan penanganan.
Hasil identifikasi biometrik menunjukkan 54 orang atau sekitar 77 persen dari 70 PPKS merupakan warga luar Kota Bandung.
Sementara itu, hanya 16 orang atau sekitar 23 persen dari total PPKS tercatat sebagai warga Kota Bandung.
“Kurang lebih hanya 23 persen warga Kota Bandung,” ujarnya.
Berdasarkan jenisnya, PPKS yang terjangkau terdiri atas 44 gelandangan, empat pengemis, tiga pemulung, dan empat lansia terlantar.
Selain itu, petugas menjangkau tujuh tuna susila, tiga kelompok minoritas, serta seorang penyandang disabilitas dalam operasi tersebut.
Dari kelompok usia, tiga orang merupakan anak-anak, sedangkan 67 orang lainnya merupakan kelompok dewasa.
Penjangkauan didominasi laki-laki, sedangkan jumlah perempuan yang terjangkau mencapai sekitar 20 orang.
Setelah penjangkauan, seluruh PPKS menjalani asesmen untuk menentukan kebutuhan penanganan, termasuk tindakan rujukan ke tingkat provinsi.
“Hal yang utama, kita lakukan pendataan awal, kemudian diasesmen. Hasil asesmen itu nanti kita tentukan mana yang rentan, mana yang penanganannya harus lebih lanjut dan mana yang sudah dilakukan tindakan rujukan langsung ke tingkat provinsi,” jelasnya.
Selama proses penanganan, para PPKS ditempatkan sementara di rumah singgah Dinsos Kota Bandung untuk mendapatkan pembinaan mental dan fisik.
Dinsos memantau para PPKS selama tujuh hari sambil menyiapkan proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
Yorisa mengatakan Dinsos juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk memastikan pemulangan dan penanganan berjalan tepat.
Menurutnya, keberadaan PPKS masih menjadi tantangan karena daya tarik ekonomi Kota Bandung mendorong warga luar daerah mencari penghasilan di jalan.
Karena itu, Yorisa mengimbau masyarakat tidak memberikan uang atau bantuan langsung kepada PPKS di jalan.
“Berhentilah memberikan sesuatu kepada mereka. Lebih baik bantuan diserahkan kepada lembaga sosial atau mustahik yang lebih berhak,” ujarnya.
Data penjangkauan menunjukkan mayoritas PPKS di jalan bukan warga Kota Bandung sehingga penyaluran bantuan perlu dilakukan melalui pihak tepat.
Yorisa mengajak masyarakat menjaga ketertiban, kenyamanan, keamanan, dan keindahan Kota Bandung dengan menyalurkan bantuan melalui lembaga sosial.
“Kalau bisa berikanlah bantuan kepada lembaga atau mustahik, fakir yang betul-betul warga masyarakat tahu sehingga tidak memberikan di jalan,” tuturnya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)