PORTALJABAR, KAB. CIAMIS - Pemkab Ciamis mendorong lanjut usia tetap aktif dan berkontribusi melalui penguatan peran Lembaga Lanjut Usia Indonesia.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III LLI Kabupaten Ciamis (27/8/2026).
Musda berlangsung di Aula Rumah Makan Linggasari II, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, dengan tema lansia bahagia dan bermartabat.
Herdiat mengapresiasi keberlangsungan LLI yang telah memasuki musyawarah daerah ketiga sekaligus memilih kepengurusan masa bakti 2026-2031.
“Alhamdulillah, tidak terasa LLI sudah dua kali melaksanakan Musda dan hari ini merupakan yang ketiga. Saya berharap pelaksanaan Musda kali ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata,” ujar Herdiat.
Menurut Herdiat, LLI dapat menjadi wadah lansia untuk berkarya, berbagi pengalaman, menjaga hubungan sosial, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Ia juga mengajak LLI membantu mengedukasi masyarakat mengenai perlindungan lingkungan, terutama menghadapi kemarau panjang yang berlangsung di sejumlah wilayah.
“Puluhan ribu hektare hutan kita terbakar. Ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Kita harus menjadi contoh dan bersama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” tegasnya.
Kemarau panjang juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih sehingga masyarakat diminta menggunakan air secara bijak sesuai kebutuhan.
“Musim kemarau di Ciamis sudah cukup lama. Di beberapa daerah lainnya bahkan sudah mulai kekurangan air bersih. Saya mengimbau masyarakat agar menggunakan air dengan bijak, secukupnya,” katanya.
Herdiat menyebut Kabupaten Ciamis masih menghadapi tantangan pembangunan berupa stunting, keterbatasan fiskal, dan rumah tidak layak huni.
Angka stunting Kabupaten Ciamis masih sekitar 24 persen sehingga setiap perangkat daerah mendapat wilayah binaan untuk membantu memastikan intervensi tepat sasaran.
Sementara itu, keterbatasan fiskal membatasi kemampuan pemerintah memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan, termasuk penanganan rumah tidak layak huni.
“Kita harus menyadari bahwa fiskal kita sangat kecil. Ciamis berada pada peringkat ke-24 dari 27 kabupaten/kota. Sementara untuk rutilahu, di Ciamis terdapat sekitar 13.000 rumah yang sudah terdaftar. Ini bukan angka yang sedikit,” ungkapnya.
Herdiat menilai keterbatasan anggaran justru mendorong masyarakat menghidupkan kembali gotong royong untuk menjaga pembangunan tetap berjalan.
Masyarakat di sejumlah kecamatan dan desa secara swadaya menangani sampah serta membangun infrastruktur jalan melalui pengecoran dan pengaspalan.
“Saya sangat bangga. Sekalipun hujatan datang kepada saya, bagi saya tidak apa-apa. Saya yakin yang tahu kondisi keuangan saat ini adalah kondisi yang sedang defisit,” tuturnya.
Menurut Herdiat, gotong royong membuktikan pembangunan dapat berjalan melalui keterlibatan masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Musda III LLI Kabupaten Ciamis memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031 guna melanjutkan program organisasi bagi masyarakat.
Herdiat berharap pengurus terpilih mampu menjaga marwah organisasi dan mengembangkan LLI agar semakin bermanfaat bagi para lansia.
“Siapapun yang terpilih dan mendapat amanah, saya berharap mampu menjaga marwah organisasi serta memajukan dan mengembangkan LLI ke arah yang lebih baik,” harapnya.
Ia juga meminta LLI menjadi ruang silaturahmi yang memungkinkan lansia berbagi ilmu, pengalaman, dan kebahagiaan bersama masyarakat.
“Jadikan lembaga ini paling tidak menjadi ajang atau wadah silaturahmi, untuk berbagi ilmu dan berbagi kebahagiaan,” pungkasnya.
Pemkab Ciamis berharap LLI menjadi mitra pembangunan sekaligus mendorong lansia tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat.
(Diskominfo Kab. Ciamis/bhf)